09 Juli 2019

Berita Golkar - Surat 'Mosi Tidak Percaya' yang dijadikan alasan bagi Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk mencopot Ketua DPD Partai Golkar Kota Cirebon, Toto Sunanto, dipertanyakan.

Menurut Ketua PK Partai Golkar Kecamatan Kesambi, Bambang Ismayadi, "Mosi Tidak Percaya" itu hanya alasan sepihak yang diutarakan DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat dan bukan alasan PK-PK yang ada di Kota Cirebon

Baca Juga.Bamsoet Sesalkan Pemecatan Ketua DPD II Golkar Kota Cirebon

"Yang diutarakan oleh pihak DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat dengan bahasa Mosi Tidak Percaya, itu memang sikap yang dilontarkan oleh pihak Partai Golkar Provinsi Jawa Barat," kata Bambang saat ditemui awak mediaSelasa (9/7).

"Kami tidak mengeluarkan Mosi Tidak Percaya. Tetapi kembali lagi tadi, Ketua kami di sana, mungkin punya penilaian khusus terhadap kinerja Ketua Saudara Toto Sunanto," jelas Bambang.

Menurut Bambang, SK pemberhentian Toto Sunanto itu sudah disediakan oleh DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat. Bambang bersama ke-4 PK lainnya diminta menandatangani SK itu saat diundang ke kediaman Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat, Dedi Mulyadi di Purwakarta. 

"Ketika kami diundang datang ke Purwakarta, itu kami sudah disediakan form atau surat pernyataan bahwasanya yang isinya, yaitu tadi. Memberhentikan saudara Ketua Lama, Toto Sunanto untuk diganti oleh Ibu Lili," cerita Bambang.

"Kalau ada bahasa Mosi Tidak Percaya, bukan kami yang mengeluarkan, bukan PK-PK se Kota Cirebon yang mengeluarkan itu. Hanya mungkin penilaian, mungkin karena penilaian dari Jawa Barat," tambahnya.

Bambang mengaku, merasa terintimidasi ketika hadir di Purwakarta. Pihaknya bersama PK-PK lainnya tidak bisa berkata dan beralasan apa pun. Bahkan untuk menolak keputusan DPD Jabar saja tidak bisa, sebab sempat keluar kata-kata bernada tinggi dari Dedi Mulyadi.

"Ketua Kami di Provinsi Jawa Barat mengatakan, kalau memang itu mau dipertahankan, mangga. Kalau tidak, ya sudah. Tetap kok SK pemberhentiannya sudah kami siapkan. Seperti itu," ujar Bambang.

Namun demikian, Bambang mengakui jika argumen yang disampaikan Ketua DPD Provinsi Jawa Barat berkaitan dengan buruknya kinerja Toto Sunanto memang sejalan dengan penilaian para PK. 

"Hampir setiap waktu para PK di Kota Cirebon menanti program-program Ketua DPD Kota Cirebon, namun tidak ada kejelasan, hingga akhirnya berdampak buruk terhadap roda partai," katanya.
 
Bambang juga membantah adanya tim verifikasi atau validasi di DPD Golkar Provinsi datang ke Kota Cirebon. 

"Tidak ada. Kami langsung dipanggil aja oleh Ketua. Oleh Pak Dedi Mulyadi. Pertemuan di Purwakarta. Di kediaman," kata Bambang 

Kembali ke soal penilaian kinerja Sunanto, Bambang menyebutkan jika hal itu salah satunya penyebab merosotnya hasil perolehan suara Golkar di Pileg 2019 lalu. Perolehan suara inilah yang dijadikan pedoman pengurus DPD Partai Golkar di Provinsi Jawa Barat untuk memanggil Para PK dan menandatangani surat itu. 

"Bukan kami yang sengaja berangkat, terus kami membawa surat pernyataan Mosi Tidak Percaya (terhadap) Ketua Kami. Dan itu, penilaian-penilaian di sana (Provinsi). (Provinsi) sudah mengantongi penilaian untuk kinerjanya Pak Toto," pungkasnya.[rmoljabar]

fokus berita : # Sunanto


Kategori Berita Golkar Lainnya