10 Juli 2019

Berita Golkar - Nama Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) dan Airlangga Hartarto (Airlangga) digadang-gadang bakal bersaing dalam bursa Calon Ketua Umum (Caketum) Partai Golkar pada Munas 2019.

Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menilai berdasarkan track recordnya, Bamsoet dan Airlangga sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan dalam memimpin.

Airlangga Hartarto
Airlangga yang saat ini menjabat Ketua Umum Golkar, kata dia, memiliki pengalaman menjadi Menteri Perindustrian pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Menurutnya, Menteri Perindustrian merupakan salah satu posisi strategis dalam menunjang perekonomian nasional.

"Airlangga beliau sudah punya pengalaman dalam hal pengelolaan birokrasi, yaitu menjadi menteri perindustrian. Kalau menteri strategis di ekonomi itu kan ada tiga, yang menjadi tulang punggung kabinet, itu salah satunya yaitu menteri pertanian, perindustrian dan investasi," jelas Pangi saat dihubungi Selasa (9/7/2019).

Ia menyebut, dengan keberhasilannya mengemban amanah presiden memimpin kementerian perindustrian, itu adalah salah satu prestasi.

Selain itu, menurut Pangi, Airlangga juga pernah menjadi anggota DPR RI periode 2009-2014 dan diberi amanah menjadi Ketua Komisi VI DPR RI yang membidangi urusan Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, UKM dan BUMN.

"Selain rekam jejak dalam memimpin sebuah lembaga birokrasi, beliau di DPR pernah mengurus tentang perdagangan dan perindustrian juga. Track recordnya juga cukup baguslah, kita akui, dalam mengelola perekonomian dan birokrasi beliau unggul" ujarnya.

Walaupun dianggap memiliki pengalaman dan keunggulan dalam hal birokrasi. Namun hal itu tidak terjadi ketika dia memimpin Golkar. Airlangga dinilai gagal berinovasi dan menguatkan basis-basis Golkar sehingga berefek pada penurunan suara Golkar secara nasional.

"Artinya perlu dievaluasi kemahiran, kepiawaian beliau dalam memimpin sebuah organisasi politik dan gagal menjadikan partai Golkar sebagai partai pemenang pemilu," jelas Pangi.

Bambang Soesatyo
Sementara, Bamsoet, kata Pangi, mempunyai modal dasar yaitu jabatannya sebagai Ketua DPR RI. Disamping itu, pengalaman Bamsoet saat jadi pengurus Golkar beberapa waktu lalu juga bisa menjadi modal.

Selama mengemban amanah menjadi ketua DPR Bamsoet kerapkali mendapat apresiasi. Di bawah kepemimpinan Bamsoet citra dan kinerja DPR meningkat.

“Semenjak dilantik, Bamsoet juga bisa dibilang cukup sering disorot media sehingga publik pun familiar dengan namanya,” ungkap Pangi.

Selain itu kata Pangi, Bamsoet dinilai banyak melakukan beberapa terobosan serta konsisten dalam mengelola persidangan, perencanaan persidangaan, dan dinamika kelembagaan.

Dalam keorganisasian Bamsoet terdaftar dan aktif dalam beberapa organisasi besar yang memiliki akar rumput seperti, Kosgoro, Pemuda Pancasila dan FKPPI.

"Bamsoet unggul dari segi Leadership.” Kata Pangi.

Track record ketika memimpin lembaga sebesar dan sedinamis DPR menurutnya merupakan modal utama. Selain itu, dia juga aktif sekali dalam kepengurusan golkar, juga aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan dan kepemimpinan.

Menjadi Ketua DPR, menurutnya merupakan tugas yang tidak mudah, terutama dalam melewati tahun tahun politik, di mana konstelasi politik meningkat.

Namun menurut Pangi, Bamsoet juga bukan tanpa kekurangan. Belakangan sempat santer isu berhembus yang menimpanya bahwa Bamsoet memilingi gelar Master Bisnis dari kampus IMNI (IM New Port Indonesia) yang diduga illegal.

Walaupun semua sudah dibantahkan oleh Menristekdikti langsung, yang menyebutkan bahwa ijazah Bamsoet SAH. Berbeda dengan Airlangga Hartarto yang memiliki rekam jejak akademik sarjana dari kampus ternama yaitu Universitas Gajah Mada, dan menyelesaikan gelar Master Bisnis dari Monash University, Australia.

“Keduanya memiliki Kelebihan dan Kekurangan. Tinggal bagaimana yang lebih dibutuhkan oleh Partai Golkar ke depan?” tandas Pangi [akurat]

fokus berita : #Airlangga Hartarto #Bambang Soesatyo


Kategori Berita Golkar Lainnya