11 Juli 2019

Berita Golkar - Koordinator Bidang Kepartaian Partai Golkar Ibnu Munzir mengatakan, pemilihan ketua umum secara aklamasi bukanlah hal yang tabu untuk dilakukan. Dalam Munas 2019, Ibnu berada di barisan Airlangga Hartarto.

Munzir menanggapi ucapan Wakorbid Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) yang menduga ada indikasi aklamasi dalam pemilihan Ketua Umum Golkar. Bamsoet juga berniat maju di Munas melawan petahana, Airlangga.

"Mekanisme di Golkar kan ada aklamasi. Aklamasi itu bukan hal yang mustahil, tabu. tapi mekanismenya harus jalan dengan benar," kata Munzir pada wartawan, Kamis (11/7).

Baca Juga: Ibnu Munzir Akui Aburizal Bakrie Minta DPP Evaluasi Terpuruknya Golkar di Pileg 2019

Munzir mengatakan, ada mekanime tersendiri untuk bisa maju sebagai ketua umum. Salah satunya calon tersebut harus mendapatkan 30 persen dukungan kader.

"Kalau hanya satu yang dapat dukungan di atas itu dan yang lain tidak, maka mekanisme memungkingkan aklamasi dalam arti dilanjutkan hanya dengan calon tunggal," ungkapnya.

Tambahnya, meskipun aklamasi tetap harus dilakukan dalam kaidah-kaidah demokrasi. Serta sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

"Cuma prosesnya harus demokratis, harus berjalan dengan benar sesuai aturan, dan tata cara pemilihan yang berlaku," ucapnya.

Terkait isu penonaktifan 10 DPD II Golkar Maluku, Munzir enggan berkomentar banyak. Kata dia itu hanya isu yang sengaja dilempar untuk mencapai suatu tujuan.

"Di kubu Airlangga kan juga ada dasar berpikirnya. Saya kira itu dalam dinamika partai biasa saja. Wajar. Tapi kalau saya ada baiknya kita bawa ke arah ranah aturan supaya juga terlalu panas situasi itu dan engga gaduh dan diselesaikan dengan baik dan internal," tandasnya.

Baca Juga: Persilakan Desakan Munas, Ibnu Munzir Tegaskan DPP Ikuti Mekanisme

Sebelumnya, Bambang Soesatyo mencium ada upaya merancang aklamasi dalam proses pemilihan calon Ketua Umum Partai Golkar dalam Musyawarah Nasional (Munas) Desember 2019 mendatang. Padahal, kata dia, tidak boleh ada aklamasi dalam pencalonan ketua umum di partai berlambang pohon beringin tersebut.

"Ya kita melihat ada indikasi ke arah sana (aklamasi), menurut saya seperti praktik yang terjadi sebelumnya. Ini enggak boleh di Golkar tidak terbiasa itu ketua umum lahir dari rapat pleno atau aklamasi, tetapi lahir dari Munas Golkar biasanya panas tapi kemudian bersatu kembali," kata Bamsoet di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/7). [merdeka]

fokus berita : #Ibnu Munzir


Kategori Berita Golkar Lainnya