12 Juli 2019

Berita Golkar - Gubernur Kalsel Sahbirin Noor terus mendorong pemerintah pusat mempertimbangkan masuknya salah putra-putri terbaik daerah dalam jajaran kabinet Presiden Jokowi untuk periode kedua. Sebab sebelumnya, tak ada orang Kalsel maupun Kalimantan secara umum, yang duduk sebagai menteri di masa pemerintahan Kabinet Kerja Jilid 1.

Baca Juga: 13 DPD II se-Kalsel Solid Dukung Bamsoet Jadi Ketum Baru Golkar

Kontribusi Kalsel terhadap ekonomi nasional secara umum, juga menjadi salah satu alasan ada wakil Banua di pemerintah pusat. “Tapi semua tentunya terserah pada Presiden untuk melihat siapa yang cocok. Apalah pertimbangan dari beliau, tapi kita berharap. Bahwa dalam kabinet Pak Jokowi nanti ada menteri dari Kalimantan, utamanya Kalsel,” kata Paman Birin—sapaan Gubernur Sahbirin, dikutip dari kanalkalimantan.com.

Walau belum ada kesempatan menyampaikan masukan tersebut secara langsung kepada Presiden, namun Paman Birin mengatakan melakulan gerilya kepada pimpinan parpol di pusat. Baik itu Partai Golkar, maupun tokoh dan lingkaran dekat Presiden.

“Kita kita maksimal lah memperjuangkan itu. Dari beberapa kesempatan dengan pimpinan-pimpinan partai di pusat, seperti partai Golkar kita berharap ada perhatian,” ungkapnya.

Terkait siapa tokoh Kalsel yang cocok duduk di kabinet Jokowi, Paman Birin mengatakan banyak putra terbaik yang potensial. Baik profesional maupun ketokohan yang dianggap mampu mengelola kebijakan secara menyeluruh. “Kita punya banyak tokoh potensial. Ada Rektor ULM (Universitas Lambung Mangkurat) Bapak Sutarto Hadi atau mantan Gubernur Rudy Ariffin, saya kira tokoh-tokoh yang pantas duduk di kabinet kedepannya,” harap Paman Birin.

Desakan adanya wakil Kalsel dikabet juga muncul dari sejumlah kalangan. Pengamat Politik dan Kebijakan Publik FISIP ULM Samahudin Muharram mengatakan, kehadiran masyarakat Kalimantan di kabinet mendatang sangat penting. Mengingat Kalimantan merupakan wilayah Indonesia yang terluas di antara pulau-pulau lainnya. Begitu juga dengan dengan sumber daya alam melimpah yang mensuport eknomi nasional.

“Jadi mestinya dengan segala pertimbangan tersebut, ada wakil dari Kalsel ataupun Kalimantan untuk duduk di kabinet. Itu hal yang layak dipertimbangkan oleh Presiden Jokowi,” katanya.

Berdasarkan laporan BI atas perkembangan perekonomian daerah, Kalsel termasuk salah satu daerah yang turut menopang perekonomian secara nasional. Ini bisa dilihat dari kontribusi nilai ekspor yang dikirim daerah ini ke luar negeri. Nilai ekspor barang tercatat turut memberikan kontribusi mengurangi devisit nilai ekspor nasional.

Di saat kondisi ekonomi nasional mengalami devisit sebagai dampak dari kurang stabilnya perekonomian global, ditandai belum stabilnya nilai ekspor nasional, Kalsel justru memberikan kontribusi cukup besar melalui pengiriman sejumlah produk ke luar negeri..

Jenis ekspor Kalsel tersebut antara lain batu bara dan CPO kelapa sawit. Khusus untuk CPO kelapa sawit digunakan sejumlah negara sebagai bahan bakar listrik tenaga disel yang permintaannya cukup besar.

Namun demikian, tak kalah penting dengan isu kabinet adalah bagaimana merealisasi janji kampanye Presiden Jokowi di Kalsel, beberapa waktu lalu. Isu ini, kata Paman Birin tentunya perlu terus menjadi perhatian untuk kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: Paman Birin Ungkap 3 Nama Kader Golkar Kandidat Ketua DPRD Kalsel

“Kita mengharapkan seperti kereta api supaya ada upaya masuk dalam program strategis nasional. Dan itu sebelumnya disampaikan saat kampanye lalu. Ya, mudah-mudahanlah Pak Jokowi ingat, tapi kita meyakini saja. Karena ini kan masih belum apa-apa. Pelantikan juga masih jauh, tapi sah-sah juga kita mengingatkan. Pada saatnya nanti kita ketemu, kita akan ingatkan lagi,” tegasnya.

Namun sebagai gambaran, Pilpres 2019 lalu Jokowi kalah suara di Kalsel. Prabowo terbukti unggul telak dalam perolehan suara sebesar 1.470.163 (64,09%). Sedangkan Jokowi cuma mengantongi 823.939 (35,91%) suara. [kanalkalimantan]

fokus berita : #Sahbirin Noor


Kategori Berita Golkar Lainnya