13 Juli 2019

Berita Golkar - Pertarungan merebut kursi Ketua DPD I Golkar Samarinda diprediksi berlangsung sengit. Sedikitnya, ada 7 calon yang masuk bursa. Termasuk kader berusia muda, Nindya Listiono.

Nindya Listiono bercerita, awalnya sempat tak kepikiran maju di kontestasi Golkar Samarinda. Sebab, konsentrasinya masih berfokus memenangkan suara partai di Pileg 2019 lalu.

Hasilnya cukup memuaskan, di Dapil 1 Samarinda torehan suaranya 7,138. Nindya Listiono pun terpilih bersama 11 kawan se-partai di Karang Paci - sebutan Gedung DPRD Kaltim.

Melihat hasil itu, rekan-rekan separtainya pun makin mendorong dirinya maju di sebagai calon Ketua Golkar Samarinda di Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) yang masih terus dibahas kepastian waktunya.

"Kalau bicara kesiapan, kalau diminta ikuti proses ini, saya siap," kata Nindya Listiono, Jumat (12/7/2019).

Nindya Listiono masih enggan berkomentar banyak tentang situasi Golkar Samarinda yang mengalami penurunan kursi DPRD. Dari 9 menjadi 5 di periode 2019-2024.

Meski demikian, persoalan menambah lagi kursi di DPRD, diakuinya, menjadi salah satu fokus yang akan dia perjuangan jika kelak diberi amanah memimpin.

"Kita perlu review apa yang dikerjakan, yang dilakukan Golkar lebih baik di DPD 2 dan 1. Kita perlu benahi semua. Perlu dukungan semua. Kontenstasi pemilihan ini (Golkar Samarinda) untuk menemukan leader baru yang membawa perubahan," tutur Nindya Listiono.

Berjibaku dengan pesaing yang lebih senior, politisi muda yang usianya belum genap 40 tahun ini, mengaku tak punya kekhawatiran memimpin kader-kader lain yang lebih senior.

Sebab, gemblengan politik di partai berlogo beringin dan pengalaman dia memimpin orang-orang yang lebih tua sewaktu memimpin cabang perusahan swasta diyakininya bakal jadi modal mengkonsolidasikan kekuatan partai. Dari sayap, ormas, kecamatan hingga elit.

Karenanya, Nindya Listiono enggan jumawa mengatakan poin plus apa yang ada dalam dirinya ketimbang calon lain. Baginya, semua calon tentu memiliki keunggulan masing-masing.

Namun, sebagai kader muda, ia bertekad menguatkan kaderisasi, program partai yang pro rakyat dan mendorong peningkatan kursi di leglislatif.

"Terpenting, komunikasi perlu dibangun semua pihak dan semua angkatan. Kalau persaingan dalam kontes harus fair, yang menang merangkul yang kalah. Begitu juga, yang kalah mensuport pemenang," ucap Nindya Listiono.

Saat ini, Golkar Samarinda masih menunggu petunjuk pengurus Kaltim untuk penyelenggaraan Musdalub memilih ketua definitif.

Sekertaris DPD I Golkar Kaltim Abdul Kadir mengatakan aturan partai memperbolehkan kader Partai Golkar Kaltim, pusat bahkan antar daerah bisa mencalonkan diri sebagai Ketua Ketua DPD II Golkar Samarinda.

Syarat umum pencalonan yakni minimal menjadi pengurus partai Golkar selama 5 tahun. Selain, itu, calon dinilai bertanggungjawab pada organisasi dan memiliki etika politik.

"Di Samarinda ini butuh kader yang bertanggungjawab dan punya moral politik yang baik dengan Golkar," kata Kadir, Rabu (10/7/2019).

Baca Juga: 7 Nama Diprediksi Siap Jadi Ketua Golkar Samarinda, Mulai Donna Faroek Hingga Rita Barito

Sistem pemilihan menganut satu delegasi satu suara. Diantaranya, delegasi suara pengurus di 10 kecamatan. Masing-masing suara organisi yang didirikan, ormas sayap, 1 suara pengurus pusat, Provinsi dan kota pemilihan.

"Antara 15-16 suara," katanya.

Kontestasi pemilihan Ketua Golkar Samarinda definitif dalam Musdalub ini, diprediksi Kadir berlangsung meriah. Sebab, dituturkan Kadir sudah banyak calon yang terbuka menyatakan diri maju.

CALON KETUA GOLKAR SAMARINDA

* Dahri Yassin,

* Zailani,

* Rita Barito,

* Dayang Donna Faroek,

* Nindya Listiono,

* Sapto Setyo Pramono,

* Abdurrahman Al Hassani.

[tribunnews]

fokus berita : #Nindya Listiono


Kategori Berita Golkar Lainnya