13 Juli 2019

Berita Golkar - Pengamat politik Rusmin Effendy menilai posisi Airlangga Hartarto masih dibutuhkan Partai Golkar untuk periode kedua memimpin partai berlambang pohon beringin. Pasalnya, dari sekian banyak calon ketua umum yang ada, Airlangga masih cukup tangguh dibandingkan calon lainnya.

“Kalau dinilai dari kapabilitas, acceptabilitas belum ada calon kuat yabg mampu menandingi Airlangga terpilih kembali memimpin Golkar kedepan,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (12/7/19).

Menurut Rusmin, menjelang Munas Golkar semakin banyak manuver politik yang dimainkan sehingga membuat kondisi tidak kondusif.

“Selama ini tradisi menjelang Munas Golkar semakin banyak kandidat yang muncul. Artinya, Golkar tidak kekurangan stok pemimpin. Golkar adalah partai besar yang sudah berpengalaman,” kata dia.

Menjawab soal penurunan kursi legislatif Golkar di parlemen, Rusmin menjelaskan, kondisi itu merupakan realitas politik, bukan menjadi kesalahan ketua umum.

“Banyak faktor yang bisa menurunkan atau menaikan perolehan suara. Pemilu itu kan kerja kolektif dari mesin partai bergerak di masyarakat. Apalagi pemilu 2019 penuh karut marutnya. Alhamdulillah Golkar bisa si posisi runner up,” tegasnya.

Rusmin mencontohkan, tidak ada korelasi dan jaminan perolehan suara partai dengan figur ketua umum. Buktinya, Golkar di era Jusuf Kalla sebagai wapres suara Golkar juga turun, kalah di era Akbar Tanjung.

Karena itu, dia berharap, momentum munas harus dimanfaatkan untuk mengevaluasi dan mengkonsolidasi partai kedepan. “Siapa bilang tidak ada tradisi ketua umum bisa menjabat dua periode. Pak Amir Murtono ketua umum dua periode. Apalagi, Airlangga kan terpilih dari proses transisi pasca dualisme golkar antara kubu ARB dan Agung Laksono,” ujarnya. [telusur]

fokus berita : #Airlangga Hartarto


Kategori Berita Golkar Lainnya