15 Juli 2019

Berita Golkar - Kader Partai Golkar Pringsewu dan Dua Anaknya Dipukuli Orang Tak Dikenal, Begini Kronologinya. Kader Partai Golkar Pringsewu dan dua anaknya menjadi korban penganiayaan orang tak dikenal.

Peristiwa pemukulan dialami Dwi Herinanto kader Golkar yang menjabat ketua Balitbang DPD II Partai Golkar Kabupaten Pringsewu (2009-2016) dan Wakil Ketua Bidang Media, Komunikasi dan Penggalangan Opini DPD II PG Kabupaten Pringsewu (2016-2021).

Tidak hanya Dwi Herinanto, dua anaknya juga menjadi korban. Yaitu putri pertama B. Herindri Samodera Utami dan putra A. Herindria S.P.

Penganiayaan terhadap kader Partai Golkar ini terjadi di depan rumah di Pajaresuk II, RT 1/RW2 Kelurahan Pajaresuk, Pringsewu, Sabtu (13/7/2019).

Korban Dwi Herinanto mengalami luka di bagian mulut, tangan sebelah kanan, dan di bagian atas mata sebelah kiri.

Anaknya, B. Herindri mengalami luka pada bagian kaki kanan, A. Herindria mengalami luka di bagian kaki sebelah kiri.

Kejadian bermula ketika korban bersama kedua putri dan putranya pulang dari mengikuti Perayaan Misa di Gereja Santo Yusup Pringsewu sekitar pukul 20.30 WIB.

"Ya turun beberapa menit dari mobil Suzuki APV, Andreas putra kedua saya ditabrak pelaku dengan mengendarai sepeda motor," kata Dwi mengawali ceritanya, Selasa (16/7/2019).

Melihat kejadian itu, ia mendekati pelaku dan menyapa dengan sopan.

"Ada apa mas? Pelaku dengan kasar menjawab mobil kok di tengah jalan, ini jalan umum katanya sambil membentak dan langsung meludahi dua kali di muka bagian mata dan beberapa kali memukul korban tetapi bisa dihindari dan hanya dua kali mengenai muka korban," paparnya.

Tidak terima diperlakukan seperti itu, Dwi melapor dan membuat pengaduan yang dilampiri bukti visum yang dibuat dokter dari RSUD Pringsewu.

"Ya saya buat laporan untuk meminta keadilan secara hukum di Polsek Pringsewu malam itu juga," ungkapnya.

Laporan diterima petugas jaga piket, tanda bukti laporan Polsek Pringsewu No:TBL/208/VII/2019 /POLDA LPG/RES TGMS/SEK PRINGSEWU KOTA.

Sebelum melapor ke Polsek, korban telah melaporkan kejadian tersebut kepada Sujarwo selaku ketua RT dan kepada Gatot Waluyo selaku Bayan setempat.

Pelaku tidak dikenal korban walaupun sama-sama tinggal di kelurahan Pajaresuk.

Pelaku dilaporkan dengan pasal 335 KUHP tentang perbuatan tdk menyenangkan dengan ancaman pidana penjara selama 1 tahun.

Selain itu juga pelaku dilaporkan dengan pasal 351 ayat (1) tentang tentang penganiayaan diancam dengan pidana penjara 2 tahun delapan bulan. [lampung]

fokus berita : #Dwi Herinanto


Kategori Berita Golkar Lainnya