18 Juli 2019

Berita Golkar - Ketua Fraksi Golkar DPRD Medan, Ilhamsyah mengaku kecewa dengan Walikota Medan yang terus mempertahankan Rusdi Sinuraya sebagai Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pasar.

Pasalnya, Rusdi Sinuraya dinilai gagal mengelola 53 pasar tradisional di Medan.Hal itu dibuktikan carut marutnya pengelolaan pasar tradisional di Medan sehingga kerap menimbulkan persoalan.

Hal itu dikatakan Ilhamsyah usai pembahasan Laporan Pertanggungjawaban (LPj) Walikota Medan tahun 2018 dengan PUD Pasar di ruang Banggar DPRD Medan, Kamis (18/07/2019).

“Seperti contoh, pasar Kampung Lalang,Pasar Marelan, Pasar Peringgan dan Pusat Pasar yang hingga kini terus bermasalah pengelolaannya.Ini kan bukti si Rusdi Sinuraya tak mampu kelola pasar tradisional yang ada di Medan, “tegasnya.

Disebutkan, bahwa di Medan ada 53 pasar tradisional dengan jumlah kiosnya 23.000-an unit.

Hanya saja, lanjutnya, kios yang terkelola oleh PUD Pasar hanya sebanyak 13.000-an unit.

“Kenapa bisa begitu?, kan jika seluruh kios di 53 pasar terkelola dengan baik, diharapkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi pasar tradisional meningkat,”kata Sekretaris Komisi IV itu.

Seharusnya, sambungnya, dengan kompleksnya persoalan pasar tradisional yang ada saat ini sejak dipimpin Rusdi Sinuraya, Walikota Medan bisa mengevaluasi Dirut PUD Pasar.

Namun, sayangnya, kebijakan untuk melakukan evaluasi kepada Rusdi Sinuraya sulit dilakukan oleh Walikota Medan. Karena diduga hubungan ‘kedekatan’ antara Walikota dan Rusdi Sinuraya.

“Karena ‘kedekatan’ itu mungkin yang membuat hingga kini Rusdi Sinuraya masih menjabat Dirut PUD Pasar.Padahal, sudah berulangkali anggota DPRD Medan meminta Walikota Medan untuk mencopot Rusdi Sinuraya,”pungkasnya. [dnaberita]

fokus berita : #Ilhamsyah


Kategori Berita Golkar Lainnya