20 Juli 2019

Berita Golkar - Sekretaris DPD II Partai Golkar Kota Bitung Karel Tumuyu angkat bicara terkait kontestasi Pilkada. Dia berbicara mengenai Pemilihan wali kota dan wakil wali kota Bitung tahun 2020 mendatang.

‎Partai Golkar Kota Bitung sudah sangat siap bertarung.

Apalagi dipimpin Cindy Wurangian yang juga anggota DPRD Provinsi Sulut Periode 2014-2019 dan kini sebagai anggota DPRD Sulut terpilih pada hasil Pemilu Pileg 2019.

Baca Juga: Jelang Pilkada Bitung 2020, Cindy Wurangian Tunggu Pinangan

"Golkar akan melalui tahapan dan mekanisme internal partai, mulai dari menjaring nama-nama sekitar lima orang untuk dikirim ke DPD Golkar tingkat I. Selanjutnya dirapatkan bersama DPD ‎II dan DPD I, dilanjutkan hingga ke DPP nanti keputusan dari DPP partai Golkar," jelas Karel kepada Tribunmanado.co.id, Kamis (18/7/2019) malam.

Menghadapi pertarungan di Pilkada 2020 tentunya harus punya sosok atau figur yang akan diusung.

Menurut Karel nama seperti Cindy Wurangian ketua DPD II Partai Golkar Bitung hampir dipastikan masuk penjaringan.

Nama Cindy sudah diputuskan dalam rakerda partai bulan Desember 2019, sehingga otomatis masuk dalam daftar penjaringan.

‎Untuk nama lain seperti Arianty Baramuli Putri yang diusung Partai Golkar pada Pilkada 2015 berpasangan dengan Santy G Luntungan, dilihat dari kesediaan untuk dijaring dan tergantung komunikasi politik.

‎"Kami belum tau nama-nama yang lain. Nanti sesudah ketua pulang akan rapat pleno DPD II Partai Golkar dan kecamatan diperluas , untuk menentukan penjaringan," tambahnya.

Partai Golkar sendiri pada hasil pemilu pileg 2019 meraih empat kursi, bertambah satu kursi dari tiga pada hasil pemilu pileg 2014 yang lalu.

Jumlah empat kursi membuat partai Golkar yang finish di posisi kedua tingkat Nasional pada Pemilu Pileg 2019 masih harus mencari dua kursi lagi, sebagai syarat bisa mengusung calon sendiri pada Pilkada 2020.

Di pilkada 2020 nanti hanya dua partai yang bisa mengusung calon sendiri, PDI Perjuangan delapan kursi dan Nasdem tujuh kursi.

Sementara untuk mengusung calon wali kota dan wakil wali kota sendiri harus enam kursi di DPRD Bitung‎.

Dengan posisi ini Partai Golkar sudah mengantisipasinya dengan melakukan bangun komunikasi dengan partai non site.

"Kalau bicara koalisi, berarti sudah ditetapkan. Tapi sebelum itu kita bangun komunikasi dengan siapa saja, baik partai dan figur yang diajukan partai," tandasnya.

Samsi Hima pemerhati politik dan pemerintahan Kota Bitung melihat posisi partai Golkar saat ini ibarat nona manis.

Pasalnya meski belum bisa mengusung calon wali kota sendiri, namun melihat track record partai sukses menggaet tiga kursi pada pilkada 2014 yang lalu.

Bukan tidak mungkin dua kursi lainnya bisa diperoleh untuk menggenapkan jumlah enam kursi mengusung calon sendiri.

Peluang Golkar untuk melobi dan berkomunikasi dengan partai seperti Gerindra punya satu kursi di DPRD Bitung hasil Pemilu Pileg 2019,

Perindo satu kursi dan Partai Amanat Nasional (PAN) dengan dua kursi.

Samsi juga punya prediksi lainnya untuk posisi partai Golkar di Kota Bitung.

Dengan mengusung Cindy Wurangian sebagai figur andalan, potensial, merakyat dan didukung pendanaan yang sudah pasti tidak diragukan lagi, bisa menghantarkannya di posisi papan dua alias wakil wali kota Bitung.

Nah, siapapun saja yang nantinya berpasangan atau menjadi papan satu dari Cindy peluang menangnya diangka 90 persen.

Baca Juga: 12 Ketua DPD II Golkar se-Sulut Jadi Caleg, Setengahnya Gagal Total!

Dia memprediksi dua partai yang bisa mengusung calon sendiri yaitu Nasdem dan PDI Perjuangan bisa saja menggaet Cindy Wurangin sebagai calon wakil wali kota Bitung.

PDI Perjuangan disebut-sebut akan mencalonkan Maurits Mantiri yang sekarang wakil wali kota Bitung.

Begitu juga dengan Nasdem tengah menggadang-gandang Max Lomban ketua DPW Nasdem Sulut dan juga Wali kota Bitung sebagai calon Wali kota di Pilkada 2020 mendatang. [tribunnews]

fokus berita : #Cindy Wurangian


Kategori Berita Golkar Lainnya