19 Juli 2019

Berita Golkar - Gerakan demo-demo menentang pemberangusan 6 Ketua DPD II Golkar Kabupaten se-Bali oleh Plt Ketua DPD I Golkar Bali, Gede Sumarjaya Linggih alias Demer, memakan korban. Gara-gara ditengarai membekingi demo-demo menentang pelengseran 6 Ketua DPD II Golkar Kabupaten, AA Bagus Adhi Mahendra Putra alias Gus Adhi digusur dari jabatannya sebagai Anggota Pemenangan Pemilu Wilayah Bali DPP Golkar.

Bocoran yang diperoleh NusaBali dari salah satu kader senior Golkar, Kamis (18/7), Gus Adhi sudah dilengserkan dari jabatannya di DPP Golkar, beberapa hari lalu. Gus Adhi yang juga anggota Fraksi Golkkar DPR RI Dapil Bali, dicolek pamor (ditandai) oleh DPP Golkar karena dianggap membekingi gerakan menentang pelengseran Ketua DPD II Golkar Badung I Wayan Muntra, Ketua DPD II Tabanan I Ketut Arya Budi Giri, Ketua DPD II Golkar Bangli I Wayan Gunawan, Ketua DPD II Golkar Karangasem I Made Sukerana, Plt Ketua DPD II Golkar Buleleng I Made Adi Djaya, dan Ketua DPD II Golkar Jembrana I Wayan Suardika.

“Ini sudah seperti kembali perang antara Golkar Munas Nusa Dua vs Golkar Munas Ancol. Gus Adhi yang pro Munas Nusa Dua dicopot sebagai pengurus DPP Golkar,” ujar kader militan Golkar ini.

Dengan pelengseran ini, Gus Adhi kini otomatis tidak memegang jabatan lagi di DPP Golkar. Semula, Gus Adhi menjadi Anggota Pemenangan Pemilu Wilayah Bali DPP Golkar, yang dikoordinatori Demer. Sedangkan Anggota Pemenangan Pemilu Wilayah Bali DPP Golkar lainnya, Dewa Made Widiyasa Nida, tidak kena gusur karena satu gerbong dengan Demer (pro Munas Ancol).

Menurut sumber NusaBali, posisi Gus Adhi sebagai Anggota Pemenangan Pemilu Wilayah Bali DPP Golkar nantinya akan diisi kader Golkar lainnya asal Bali. “Sudah ada pengganti Gus Adhi di DPP Golkar. Dia kader senior yang pernah menjadi pejabat eksekutif di Bali,” katanya.

Betulkah? Dikonfirmasi NusaBali secara terpisah di Denpasar, Kamis kemarin, Gus Adhi mengatakan dirinya memang sempat mendengar selentingan akan diganti sebagai Anggota Pemenangan Pemilu Wilayah Bali DPP Golkar. Namun, Gus Adhi tidak menggubris hal itu. Lagipula, surat pelengseran dirinya dari jabatan di DPP Golkar juga belum diterima.

Yang pasti, Gus Adhi mengaku tak masalah dicopot dari jabatannya, karena dirinya ikhlas bekerja walaupun tanpa jabatan struktural di DPP Golkar. “Pokoknya saya ikhlas saja. Tidak menjadi pengurus DPP Golkar, saya akan tetap kerja di Senayan (selaku anggota DPR RI) membawa aspirasi rakyat Bali. Saya akan tetap maksimal bertugas mengemban amanat partai,” jelas politisi asal Kelurahan Kerobokan Ke-lod, Kecamatan Kuta Utara, Badung yang notabene putra dari mantan anggota Fraksi Golkar DPR RI Dapil Bali 2009-2014, I Gusti Ketut Adhiputra ini.

Dikonfirmasi terpisah, Kamis kemarin, Demer selaku Koordinator Pemenangan Pemilu Bali DPP Golkar, awalnya mengatakan belum keluar surat apa pun terkait Gus Adhi. Namun, statemen itu buru-buru diralat. Intinya, Demer mengaku tidak tahu soal isu pelengseran Gus Adhi.

”Belum…, belum tahu saya. Karena saya tidak sempat pantau informasi dan kegiatan di Golkar. Maaf dulu,” dalih Demer, politisi Golkar asal Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng yang sudah tiga kali periode lolos ke DPR RI Dapil Bali dan kembali lolos ke Senayan berdasarkan hasil Pileg 2019.

Termasuk ketika ditanya siapa pengganti Gus Adhi di DPP Golkar, Demer juga mengatakan tidak tahu juga. “Nggak tahu juga, karena saya memang tidak dengar apa pun,” tegas politisi-pengusaha yang sempat menjabat Ketua Kadin daerah Bali ini. [nusabali]

fokus berita : #Bagus Adhi Mahendra


Kategori Berita Golkar Lainnya