19 Juli 2019

Berita Golkar - Restu Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam proses jelang pelaksaan musyawarah nasional (Munas) terkait pemilihan ketua umum DPP Partai Golkar mendatang akan sangat berpengaruh.

“Dukungan moril dan politik dari Presiden Jokowi merupakan hal tidak terpisahkan dari proses pencalonan ketua umum tersebut sebagaimana ketika terjadi suksesi dari Setnov kepada Airlangga Hartato beberapa tahun lalu,” demikian disampaikan Pengamat Politik Bawono Kumowo, di Jakarta, Kamis (18/7).

Menurut dia, baik Golkar maupun PDI Perjuangan menjadi partai politik (Parpol) yang menjadi andalan dalam mengamankan kebijakan pemerintahan Presiden Jokowi di jilid II nanti.

Sehingga, posisi ketua umum merupakan salah satu bagian penting dalam lingkaran presiden.
Kendati demikian, ia menilai dari beberapa figur yang muncul dalam bursa calon ketua umum partai beringin mendatang, sosok Airlangga Hartanto selaku calon petahana pandang akan menemui kesulitan mendapatkan restu tersebut.

“Hal itu tak terlepas dari kinerja Airlangga dalam memimpin Golkar, termasuk capaian partai berlambang beringin itu di Pemilu 2019. Hasil pemilu 17 April kemarin tentu menjadi salah satu bahan evaluasi presiden dalam memberikan dukungan moril dan politik nantinya,” papar dia.

“Sehingga, dalam konteks itu kekalahan Jokowi dalam pemilihan presiden kemarin di sejumlah provinsi basis politik (khususnya) Partai Golkar seperti Sulawesi Selatan dan Riau bisa jadi akan mempengaruhi pemberian dukungan tersebut,” prediksinya.

Hal itu, sambung dia, akan menjadi salah satu penentu penilaian presiden apakah Airlangga Hartarto masih dapat diandalkan atau tidak dalam membantu mengarungi lima tahun pemerintahan mendatang.

“Terutama menghadapi berbagai dinamika politik di DPR RI dalam proses pembuatan undang-undang maupun kebijakan,” pungkas dia. [monitor]

fokus berita :


Kategori Berita Golkar Lainnya