19 Juli 2019

Berita Golkar - Konferensi pers calon-calon ketua umum Partai Golkar, di The Sultan Hotel Jakarta Pusat, Kamis (18/7/2019) kemarin, yang kemudian menjadi ajang deklarasi Wakil koordinator Bidang Pratama DPP Partai Golkar Bambang Soesatyo alias Bamsoet, disebut tidak legitimate.

Baca Juga: Sabil Rachman Klaim Gestur Jokowi Tampak Nyaman Dengan Airlangga

Menurut Ketua Bidang Kerjasama Ormas DPP Partai Golkar Sabil Rachman, deklarasi Bamsoet tidak memiliki legitimasi dan legalitas karena dilaksanakan oleh Gerakan Milenial Partai Golkar atau Gempar sebagai komunitas yang tidak diakui keberadaannya di Partai Golkar.

"Bagi saya deklarasi Bamsoet tidak legitimate dan ini hanya mencari sensasi semata,” kata Ketua Bidang Kerjasama Ormas DPP Partai Golkar Sabil Rachman, yang juga Sekretaris Jenderal Kosgoro 57 di Jakarta, Jumat (19/7/2019).
Sabil juga menyayangkan kehadiran para tokoh Golkar diacara konferensi pers tersebut. “Mestinya para senior mempertimbangkan dengan baik sebelum menghadiri acara tersebut. Jangan mau digiring oleh organ yang tidak jelas di Partai Golkar.”

Forum deklarasi bersama ini, idealnya dilaksanakan oleh DPP Golkar atau panitia Munas, serta dipersiapkan lebih baik sebagai ajang penyampaian visi bagi calon ketua umum.

Jangan acara konferensi pers kemudian tiba-tiba menjadi forum deklarasi Bambang Soesatyo diikuti senior lain yang katanya juga maju sebagai calon ketua umum.

Baca Juga: Sabil Rachman Tegaskan Belum Ada Larangan Jabatan Ketum Golkar 2 Periode

Diacara kemarin, Bamsoet juga tidak menyampaikan visi untuk memajukan Partai Golkar, dan selayaknya sebagai calon ketua umum partai besar memiliki gagasan untuk kemajuan partainya. Deklarasi Bamsoet, bisa dinilai sangat kering dan dangkal gagasan, tandasnya.

“Lantas itukah yang akan kita percayai memimpin Golkar ke depan? Saya kira tidak,” tutupnya.  [rilis.id]

fokus berita : #Sabil Rachman


Kategori Berita Golkar Lainnya