21 Juli 2019

Berita Golkar - Calon ketua umum Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) siap mengubah wajah Golkar di masa mendatang. Bamsoet ingin menjadikan Golkar sebagai 'rumah' bagi generasi milenial.

"Di Pemilu 2019, tidak sampai 5 persen millenial memilih Partai Golkar. Padahal di tubuh Partai Golkar ada Pemuda Pancasila, FKPPI, AMPI dan AMPG yang sayangnya tak pernah disentuh oleh DPP Partai Golkar. Rebranding menjadi partai modern dan gaul harus segera dilakukan. Partai Golkar harus menjadi Partai Jaman Now, bukan partai jadul yang ketinggalan zaman," kata Bamsoet dalam rilisnya, Minggu (21/7/2019).

Baca Juga: Bamsoet Kritisi Amburadulnya Pengelolaan Dana Saksi Golkar di Pemilu 2019

Wakil Koordinator Bidang Pratama DPP Golkar itu juga menyindir kepemimpinan Airlangga Hartarto yang memecat kader Golkar yang mendukungnya pada Musyawarah Nasional (Munas) tahun 2019 ini.

"Kegaduhan terjadi jika ada pihak yang menggunakan kekuasaannya untuk mem-PLT-kan pengurus daerah atau memecat kader akibat berbeda pilihan dukungan. Hal seperti ini yang tak boleh dibiarkan terjadi. Merekalah yang sesungguhnya ingin merusak Partai Golkar," tutur Bamsoet.

Bamsoet juga mengungkapkan bahwa dirinya banyak mendapat keluhan dari kader Partai Golkar terkait dana saksi pada pemilu serentak 2019 lalu belum terbayarkan.

Menurut Bamsoet sejumlah pengurus daerah terlilit utang atau sampai menguras harta kekayaan untuk menggerakkan mesin partai karena tidak adanya bantuan dana dari pusat.

"Padahal fungsi saksi partai ini sangat penting. Merekalah garda partai terdepan dalam mengawasi kecurangan Pemilu dan mengawal suara perolehan partai di daerah masing-masing," kata Bamsoet.

Lebih lanjut Bamsoet mengatakan, belum pernah dalam sejarah Golkar pengadaan dana saksi pemilu amburadul seperti pemilu 2019 kemarin. Di mana dana saksi tidak turun sama sekali di beberapa daerah.

Baca Juga: BMK 1957 Minta Bamsoet dan Airlangga Berbagi Tugas dan Peran Demi Kejayaan Golkar

"Kalaupun ada yang turun, pemilu sudah selesai. Sehingga tidak sedikit ketua-ketua daerah pontang-panting cari pinjaman dan bahkan ada yang terpaksa jual rumah dan mobil untuk menutup uang saksi yang semula dijanjikan oleh pusat," jelasnya. [akurat]

fokus berita : #Bambang Soesatyo


Kategori Berita Golkar Lainnya