23 Juli 2019

Berita Golkar - Dukungan sejumlah pimpinan DPD II Partai Golkar Riau terhadap Bambang Soesatyo (Bamsoet), dapat berimbas negatif terhadap Ketua DPD I Partai Golkar Riau, Arsyadjuliandi Rahman.

Menurut Pengamat Politik Universitas Riau,Tito Handoko, bila dukungan terhadap Bamsoet tersebut berujung kemenangan Bamsoet di Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar, maka posisi Arsyadjuliandi Rachman sebagai Ketua Partai Golkar di Riau akan terancam.

"Konsekuensi logisnya seperti itu. Jika Pak Andi mendukung Pak Airlangga, sementara pengurus DPD II ada yang dukung Pak Bamsoet. Maka kalau Bamsoet menang, Pak Andi berpotensi dilengserkan," katanya kepada Gatra.com, Senin (22/7).

Selain adanya perbedaan dukungan tadi, menurunya raihan suara Golkar di Provinsi Riau juga bakal menganggu konsolidasi partai Beringin jelang dimulainya Munas Desember mendatang. Pada Pemilu 2014 Partai Golkar masih bisa meraih 14 kursi di DPRD Riau. Tapi pada Pemilu 2019, Golkar hanya meraih 11 kursi.

Kalau penurunan raihan suara kata Tito, tidak begitu signifikan berpengaruh pada karir Andi Rahman sebagai Ketua Golkar Riau. "Merosotnya suara Partai Golkar memang bakal menjadi isu yang diulas oleh setiap kandidat. Namun turunya suara Golkar itu bukan saja di Riau, di sejumlah daerah juga terjadi. Sehingga kurang tepat kalau Pak Andi Rahcman dicopot lantaran berkurangnya suara Golkar di Riau. Tapi beda cerita ketika calon yang diusungnya kalah," ujarnya.

Saat ini, selain ketua umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, sejumlah nama digadang-gadang bakal ikut maju sebagai Caketum Partai Golkar di antaranya; Bambang Soesatyo dan Ridwan Hisyam. Dari sejumlah nama itu, beberapa nama bahkan telah mendapatkan dukungan dari kader Golkar di Riau. [gatra]

fokus berita : #Andi Rahman


Kategori Berita Golkar Lainnya