30 Juli 2019

Berita Golkar - Terkait adanya dua orang anggota dewan Provinsi Jambi dari partai golongan karya (Golkar) yang ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan telah ditetapakan sebagai tersangka kasus suap pengesahan RAPBD Jambi, yakni atas nama Gusrizal yang merupakan Plt DPD II Golkar Sungaipenuh dan Supardi Nurzain. Tentunya akan terjadi perombakan atau pun penunjukkan ketua DPD II Sungaipenuh di internal partai yang berlambang pohon beringin tersebut.

Baca Juga: Meski Tak Diusung Golkar, Fasha Ngotot Maju di Pilgub Jambi 2020

Namun saat ditanya, apakah akan ada perombakan tersebut, Ketua harian Golkar Provinsi Jambi, Sy Fasha enggan memberikan komentar lebih banyak. Menurutnya, ada seseorang yang lebih berwenang untuk menanggapi hal tersebut.

“Kalau saya yang berkomentar nanti ada hal yang tidak mengenakkan, silahkan tanya kepada yang ‘terhormat’ Bapak Muhammad Taufik, sebab dia merupakan Plt Ketua Golkar Jambi,” singkat Fasha.

Supardi Nurzain yang juga merupakan salah satu dari tiga orang yang baru ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, nampak tidak hadir Rapat Paripurna yang dilaksanakan pada Selasa (29/7). Padahal sekretaris DPD Golkar Provinsi Jambi itu, merupakan salah satu pimpinan di DPRD Provinsi Jambi.

Rapat Parpurna hanya dipimpin oleh Ketua DPRD Provinsi Jambi Cornelis Buston dan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi A.R Syahbandar, Tak hadirnya Supardi Nurzain dalam rapat tersebut menimbulkan beragam spekulasi publik tentang mangkirnya dia saat dipanggil KPK.

Mulai dari pukul 09.30 sampai dengan pukul 12.30 wib, tampak ruangan Supardi yang berada dilantai dua terlihat kosong melompong. Pintu ruangan hanya terbuka sedikit tanpa satu pun orang di dalam. Penampakan tata letak meja, kursi dan berkas lainnya sangat rapi seperti tidak adanya kegiatan yang dilakukan. [jambi-independent]

fokus berita : #Sy Fasha


Kategori Berita Golkar Lainnya