30 Juli 2019

Berita Golkar - Jaringan Aktivis Muda (JAM) Golkar mendukung Airlangga Hartarto menjadi Ketum Golkar lagi. Airlangga dinilai mampu mengonsolidasikan semua elemen di Golkar pada Pemilu 2019.

Koordinator JAM Golkar, Rudolfus Jack Paskalis, awalnya bercerita badai politik yang dihadapi partai berlambang pohon beringin itu selama beberapa tahun terakhir. Rudolfus pun membantah anggapan kepemimpinan Airlangga gagal mengatasi persoalan tersebut.

"Pasca-kepemimpinan kembali pada Pak Airlangga yang pada saat itu diberikan mandat pada tahun 2017, maka sisa waktu untuk konsolidasi menuju Pileg dan Pilpres 2019, hanya satu setengah tahun," ujar Rudolfus dalam diskusi 'Siapa Layak di Pucuk Beringin?' di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (30/7/2019).

"Jadi runtutan sejarah itu perlu saya sampaikan kepada temen-temen media, bahwa kalau ada opini yang mengatakan bahwa Pak Airlangga Hartarto ini gagal memimpin Golkar pada kontestasi politik Pileg dan Pilpres 2019, maka itu hoax," sambung Rudolfus.

Menurut Rudolfus, Airlangga berhasil mengkonsolidasikan internal partai. Hasilnya, sambung Rudolfus, adalah Golkar menjadi pemenang kedua dalam perolehan kursi di parlemen.

"Kenapa? Karena itu tadi, hanya dalam waktu satu setengah tahun beliau mampu melakukan konsolidasi seluruh mesin partai politik Golkar, dan itu beliau tunjuk prestasinya Golkar jadi pemenang kedua, peraih kursi terbanyak di DPR RI," katanya.

Dia mendukung Airlangga karena dianggap berprestasi. Rudolfus pun mempertanyakan suara DPD yang menyatakan dukungan selain ke Airlangga.

"Yang pertama selain beliau prestasi sudah mampu mempertahankan posisi Partai Golkar menjadi peraih kedua kursi di parlemen, ini kan yang punya suara di Golkar, DPD II, yang bicara di media itu punya suara nggak? Jadi hari ini yang sudah menyatakan dukungan DPD II Golkar, itu sudah 85 persen menyatakan dukungan secara tertulis di atas materi buat Pak Airlangga Hartarto," ucapnya.

Rudolfus jugs mengapresiasi pencapaian Airlangga selama menjadi Ketum Golkar. Dalam waktu yang singkat, Airlangga dinilai mampu memperbaiki lingkup internal Golkar.

"Kemudian yang kedua, selain dukungan yang sudah dilakukan temen-temen pemilik suara, ini kepemimpinan Pak Airlangga juga patut diapresiasi, patut diberi penghargaan. Satu tahun setengah beliau pimpin partai politik Golkar situasi kondisi yang menurut kami carut-marut. Tapi dengan satu tengah beliau mampu untuk mempertahankan posisi Partai Golkar," sebutnya.

Rudolfus pun mengaku dukungan ini tidak lepas dari sinyal politik dari pihak Istana. Dia berharap ketum Golkar akan datang bisa bersinergi dengan presiden terpilih.

"Kenapa kami mengambil sikap politik mendukung Pak Airlangga? Ini karena tidak lain kami membaca ada sinyal politik, Golkar ini tidak bisa lepas dari restu yang namanya Istana. Ketum Golkar akan datang dia harus bisa bersinergi dengan presiden yang akan datang untuk menjaga sinergi pembangunan 5 tahun ke depan," pungkasnya. [detik]

fokus berita : #Rudolfus Jack Paskalis


Kategori Berita Golkar Lainnya