30 Juli 2019

Berita Golkar - Sebagai partai yang memperoleh suara terbanyak di DPRD Kalsel, membuat Partai Golkar mendapatkan hak untuk menentukan siapa calon ketua dewan periode 2019-2024.

Penentuan nama calon ini pun berjalan cukup alot. Ada tiga nama calon Ketua DPRD Kalsel yang dipilih. Dari tiga nama yang bakal diajukan ke DPP Golkar Pusat, tak ada nama Ketua DPRD Kalsel saat ini, Burhanuddin. Meski yang bersangkutan juga kembali terpilih pada Pileg lalu.

Baca Juga: Pesan Sahbirin Noor Kepada Puluhan Kader Golkar Yang Terpilih Jadi Anggota DPRD se-Kalsel

Nama H Rusli dan Hasanuddin Murad yang sempat digadang bakal menjadi Ketua DPRD Kalsel juga tak masuk dalam bursa calon ketua. Tiga nama itu adalah Ketua Harian DPD Golkar Kalsel, Supian HK, Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi DPD Golkar Kalsel, Karli Hanafi Kalianda dan Wakil Ketua Bidang PP Wilayah Kalsel DPD Golkar Kalsel, Syarifah Rugayah.

Tiga nama ini mengerucut dari 12 calon yang diajukan dalam rapat pleno. “Meski berjalan alot kami sudah putuskan dan tetapkan tiga nama yang diajukan ke DPP Partai Golkar untuk dipilih menjabat sebagai Ketua DPRD Kalsel,” kata Ketua DPD Partai Golkar Kalsel, Sahbirin Noor usai rapat pleno di Sekretariat DPD Partai Golkar Kalsel, kemarin.

Seperti diketahui, mendapat 12 kursi DPRD Kalsel pada Pemilu tadi menasbihkan partai berlambang pohon beringin itu menduduki ketua DPRD Kalsel. “Ada satu perempuan yang kami usulkan untuk menghargai perempuan. Semua keputusan ada di tangan DPP. Kami hanya mengusulkan,” ucapnya.

Sahbirin menyakini, sebelum pelantikan anggota DPRD Kalsel terpilih nanti, akan didapat 1 orang pilihan DPP untuk ditetapkan sebagai Ketua DPRD Kalsel. “Secepatnya kami sampaikan usulan ini ke DPP setelah pleno ini,” tandasnya.

Ketua Bidang Pemenangan Pemilu dan Korwil Kalimantan DPD Partai Golkar Kalsel, Puar Junaidi menambahkan, tiga orang yang diusulkan ini sudah memenuhi syarat yang diatur dalam AD ART partai.

Syarat menjadi Ketua DPRD Kalsel pendidikannya minimal S1. Selain itu pernah atau berpengalaman sebagai anggota fraksi pada tingkatannya. Bukan pindahan dari partai lain dan kriteria yang terakhir adalah pengurus harian.

Ditambahkan Puar, penentuan Ketua DPRD Kalsel tak seperti Pileg lalu. Dulu caleg yang terpilih mendapatkan suara terbanyak berhak menduduki Ketua DPRD.

“Memang aturan sebelumnya, pemilik suara terbanyak menjadi pertimbangan. Sekarang dengan pemilihan metode saint league, maka penetapan Ketua DPRD tak lagi dipakai,” jelasnya.

Menjadi salah satu kandidat, Supian HK menyerahkan semua pilihan kepada DPP. Dia sendiri mengaku siap 100 persen bila dipercayakan untuk menduduki Ketua DPRD Kalsel. “Apapun hasilnya saya siap menerima,” ucapnya.

Supian HK memang digadang paling kuat dibandingkan dua kandidat lain. Ketua Harian DPD Partai Golkar Kalsel itu mendapat paling banyak suara sah pada Pileg lalu. Yakni 18.477 suara sah.

Baca Juga: Solid Didukung 13 DPD II Kabupaten/ Kota, Golkar Usung Sahbirin Noor Di Pilkada Kalsel 2020

Sementara, Karli Hanafi yang mendapat suara sah 3.326 pada Pileg lalu terlihat santai ketika mengetahui namanya termasuk dari tiga orang yang diajukan ke DPP. “Biasa-biasa saja dan syukur masuk tiga nama. Tunggu mekanisme saja nanti,” selorohnya.

Sementara Syarifah Rugayah secara blak-blakan mengaku tak siap jika ditunjuk sebagai Ketua DPRD Kalsel. “Kalau ditanya siap apa tidak, saya katakan tidak,” ucapnya sambil berlalu.

Tahun ini, Syarifah sudah yang ketiga kalinya duduk sebagai anggota DPRD dari Partai Golkar. Pada Pileg lalu dia mendapat suara sah sebanyak 7.417 suara. [prokal]

fokus berita : #Sahbirin Noor


Kategori Berita Golkar Lainnya