31 Juli 2019

Berita Golkar - Presiden Joko Widodo (Jokowi) disarankan tak perlu merespons lebih jauh mengenai calon ketua umum (Caketum) Partai Golkar. Ini guna menghindari pihak-pihak yang berusaha membangun opini bila Jokowi berperan di bursa Caketum Golkar.

Kalau Pak Jokowi terlibat terlalu jauh di dalam internal persaingan Golkar ini jadi bumerang. Kalau nanti pihak yang kecewa, kemudian dimanfaatkan pihak eksternal untuk membangun oposisi dari pemerintah," kata Pengamat Politik Universitas Indonesia (UI) Ade Reza Hariyadi ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa, 30 Juli 2019.

Ade mengatakan, Jokowi lebih tepat membiarkan dinamika yang terjadi di internal Golkar. Toh, kandidat yang santer maju caketum tak akan membawa Golkar keluar dari koalisi pemerintah.
"Pak Jokowi tidak akan terlalu risau siapa yang akan jadi ketua Golkar, dari mereka yang bersaing tidak menunjukkan gestur atau sinyal politik untuk keluar dari pemerintah. Karena karakteristik Golkar itu tidak pernah oposisi," ujar Ade.

Partai Golkar akan menggelar Munas, Desember 2019 mendatang. Salah satu agendanya yakni memilih ketum Golkar periode mendatang. Ketua umum Golkar saat ini Airlangga Hartarto, dan Wakil Koordinator Bidang Pratama Golkar Bambang Soesatyo adalah dua nama yang santer bertarung merebut kursi partai berlambang pohong beringin itu. [medcom]

fokus berita :


Kategori Berita Golkar Lainnya