01 Agustus 2019

Berita Golkar - Kubu Bambang Soesatyo menyindir Airlangga Hartarto mengulur waktu pleno penentuan munas Golkar. Bahkan kubu Bambang Soesatyo menantang agar munas dipercepat.

Namun kubu Airlangga membantah ada upaya mengulur waktu penyelenggaraan pleno. Saat ini, pengurus DPP Golkar disebut tengah menyusun laporan yang akan dibawa ke dalam pleno nantinya.

Baca Juga: Kalau Dukungan Sudah Kuat, Bamsoet Sindir Airlangga Kenapa Ragu Gelar Pleno?

"Persiapan menunggu dan tanggal, karena Golkar masih menunggu laporan tiap bidang-bidang. Jadi di Golkar ini sistem kolektif kolegial. Bahwa ada pendelegasian kewenangan yang diberikan Bidang Pemenangan Pemilu, Bidang Hukum, Bidang Organisasi, DPD I dan II, ini harus menyampaikan laporannya, sehingga DPP mengevaluasi menjadi rumusan. 5 tahun ini apa yang menjadi kelemahan Golkar. Untuk menang 2024 apa yang harus disiapkan Golkar. Ini rumusan yang harus dibuat," kata Pengurus Badan Advokasi Hukum dan HAM DPP Partai Golkar Dicky Loupatty di Jakarta, Selasa (30/7).

Sehingga, dia menepis bahwa Airlangga takut menggelar pleno. Dan justru menghendaki Munas dalam waktu dekat ini.

"Bukan Pak Airlangga takut pleno. Itu keliru. Malah Pak Airlangga sendiri menginginkan Munas besok. Karena apa, waktu tidak diberikan bagi penantang-penantang lain untuk maju," ungkap Dicky.

Namun, masih kata dia, karena baiknya Airlangga, sehingga meminta Munas tetap di bulan Desember.

"Tapi karena baiknya Pak Airlangga diminta Desember supaya kalau ada kompetitor, karena Golkar membuka ruang itu, silakan melakukan komunikasi. Jadi jangan ada penilaian-penilaian bahwa menolak Pleno," pungkasnya. [merdeka]

fokus berita : #Dicky Loupatty


Kategori Berita Golkar Lainnya