01 Agustus 2019

Berita Golkar - Sebanyak 11 tokoh Golkar berpotensi menjadi calon menteri pemerintahan Jokowi-Maruf Amin mendatang.

Dari 11 nama, putra mantan presiden Indonesia, BJ Habibie, juga disebut masuk ke dalam daftar. Lantas, siapa sajakah ke-11 nama tokoh Golkar tersebut?

Dilansir Tribunnews, berikut ulasan mengenai 11 nama tokoh Golkar yang berpotensi menjadi calon menteri Jokowi-Maruf Amin periode 2019-2024 mendatang :

1. Agus Gumiwang Kartasasmita
Agus saat ini menjabat Koordinator Bidang Perempuan, Pemuda dan Inovasi Sosial DPP Golkar. Dia juga masih menjabat Menteri Sosial RI.

Lahir di Jakarta 50 tahun silam, Agus pernah menjabat anggota DPR periode 2009-2014. Agus memulai kariernya sebagai pengurus GEMA, salah satu organisasi kepemudaan di bawah Golkar.

2. Aziz Syamsuddin
Aziz saat ini Koordinator Bidang Ekonomi DPP Partai Golkar. Dia pernah menjadi bakal calon ketua umum Golkar namun tak berlanjut.

Lahir di Jakarta 48 tahun silam, dia pernah menjadi Ketua Komisi III DPR RI. Selain politisi, Aziz juga dikenal pengacara dari Kantor Advokat dan Pengacara Gani Djemat dan Partner.

Melanjutkan studi S3 bidang Hukum Pidana Internasional Universitas Padjajaran, Bandung, pernah ia jalani.

3. Dave Laksono
Dave Laksono adalah politisi muda Partai Golkar alumnus Amerika. Dia putra dari politisi senior Agung Laksono.

Saat ini Dave masih menjabat anggota DPR RI dari Golkar. Dia dipercaya sebagai Wakil Ketua BKSP DPR RI.

Bahkan pada Pemilu 2019, Dave lolos lagi jadi anggota DPR RI. Dave dan ayahnya Agung Laksono termasuk yang 'berkeringat' membantu Jokowi-Maruf pada Pilpres 2019 lalu.

4. Firman Subagyo
Firman Subagyo termasuk politisi Golkar yang kalem dan jarang terekspos ke publik. Meskipun demikian, dia cukup senior di Golkar.

Dua kali Firman Subagyo terpilih jadi anggota DPR. Ia pernah menjadi pimpinan Komisi IV dan Komisi V DPR RI. Saat ini dia jadi pimpinan Badan Legislasi DPR dan anggota Komisi II DPR RI.

Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto mempercayakan jabatan strategis kepada Firman sebagai Ketua Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Jawa II Partai Golkar.

5. Ilham Habibie
Ketua Dewan Pakar Partai Golkar, Agung Laksono beberapa waktu lalu merekomendasikan Ilham Habibie, kader Golkar, sebagai calon menteri Jokowi.

Putra mantan presiden BJ Habibie ini dianggap kredibel dan punya sejumlah prestasi sehingga dinilai layak jadi menteri.

Ilham diketahui lahir dan besar di Jerman mengikuti ayahnya saat belajar dan bekerja di sana. Hampir 31 tahun lamanya Ilham Habibie mengenyam pendidikan di sana. Dia juga terlibat dalam industri pesawat terbang.

6. Lodewijk Frederich Paulus
Lodewijk saat ini menjabat Sekjen DPP Partai Golkar. Eks petinggi TNI Letnan Jenderal TNI (Purn) Lodewijk Freidrich Paulus lahir di Manado, 27 Juli 1957.

Ia pernah menjabat Danjen Kopassus ke-24 dan Pangdam I/Bukit Barisan. Jabatan terakhir Lodewijk sebelum pensiun adalah Dankodiklat TNI-AD. Lepas dari kemiliteran, dia masuk ke dunia politik dan bergabung dengan Partai Golkar.

7. Nusron Wahid
Saat ini Nusron Wahid dipercaya menjabat Koordinator Bidang untuk Pemenangan Golkar Jawa dan Kalimantan. Lahir di Kudus 45 tahun lalu, Nusron dikenal aktif membela Jokowi sepanjang Pilpres 2014 dan 2019.

Berbagai serangan terhadap Jokowi di Pilpres kerap ditangkis Nusron dengan data dan keilmuan yang dimilikinya. Dia juga dipercaya menjabat Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI).

Sebelumnya, Nusron pernah menjabat anggota DPR RI periode 2009-2014 dari fraksi Golkar mewakili Jawa Tengah. Kariernya mulai melejit saat dipercaya sebagai Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor - Nahdlatul Ulama.

8. Robert J. Kardinal
Jabatan Robert sekarang adalah Bendahara Umum Partai Golkar. Sebelumnya dia dipercaya sebagai Ketua Fraksi Golkar di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Joppy lahir di pulau Doom. Masa kanak-kanak hingga SMA dia habiskan di kota ini. Setelah itu Joppy merantau dan bekerja di Jakarta. Sebelum di Golkar, Robert aktif di Pemuda Pancasila, KNPI dan AMP.

Dia terpilih jadi Anggota DPR RI periode 2004-2009 Fraksi Golongan Karya (Golkar) Daerah Pemilihan Irian Jaya Barat, yang kini merupakan Papua Barat.

9. Rizal Mallarangeng
Rizal Mallarangeng dulunya seorang pengamat politik dan penulis. Kemudian dia bergabung dengan Partai Golkar.

Saat ini menjabat Wakil Koordinator Bidang Penggalangan Khusus DPP Golkar dan Plt Ketua DPD Golkar DKI Jakarta. Saat Pemilu 2019 ini, Rizal aktif mendampingi Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto kampanye ke daerah.

Sebelum dipercaya Airlangga, Rizal pernah jadi staf khusus Aburizal Bakrie yang menjadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian di 2004 dan kemudian Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat pada tahun 2005.

Pendiri Freedom Institute ini merupakan saudara dari mantan Menpora Andi Mallarangeng.

10. TB Ace Hasan Sadzily
Ace saat ini menjabat Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini DPP Partai Golkar. Saat Pilpres 2019, dia dipercaya menjadi salah satu juru bicara Capres Jokowi yang paling aktif.

Saat ini dia juga seorang anggota DPR RI dari Banten. Pada Pemilu 2019 dia kembali terpilih menjadi anggota DPR.

Ace Hasan adalah seorang intelektual dan mantan aktivis. Selain jadi dosen di UIN Jakarta, Ace Hasan aktivis pemuda Islam. Dengan pendidikan terakhir S3 Ilmu Politik di Universitas Padjajaran. Bandung.

11. Zainudin Amali
Zainudin Amali saat ini masih menjabat anggota DPR RI dari Golkar. Karirnya di politik terbilang cemerlang. Pernah jadi sekjen Golkar, ketua Komisi II DPR RI, Wakil Ketua Komisi VII, dan sejumlah jabatan di parlemen lainnya.

Untuk jabatan organisasi, Amali pernah jadi Ketua Umum DPP Gema Kosgoro, Wasekjen DPP REI, dan Ketua DPP AMPI. Pendapat Ketua Dewan Pakar Partai Golkar tentang Jatah Menteri dari Golkar

Pada Mei lalu, Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono mengatakan, partainya layak jika mendapat 4 atau 5 kursi menteri dalam periode pemerintahan berikutnya.

Dilansir Kompas.com, Agung menyebut enam nama kader Golkar yang dinilai cocok menduduki kursi kabinet, jika Joko Widodo terpilih kembali sebagai presiden.

"Bahwa Partai Golkar tidak pernah kekeringan atau kekurangan kader yang mumpuni, yang cakap dan bisa bertanggung jawab dalam tugas-tugas ke depan, baik di eksekutif atau legislatif," ujar Agung di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin (27/5/2019).

Dua nama yang disebut Agung yakni, Airlangga Hartarto dan Agus Gumiwang Kartasasmita. Kedunya telah menjabat sebagai anggota Kabinet Kerja dan dinilai layak untuk melanjutkan kepemimpinan sebagai menteri.

Selain itu, Agung juga menyebut empat nama lainnya. Masing-masing yakni, Ilham Habibie yang merupakan anak Presiden ke-3 RI BJ Habibie. Kemudian, Ponco Sutowo, Ganjar Razuni dan Indra Bambang Utoyo.

Menurut Agung, nama-nama tersebut tidak diusulkan secara langsung oleh Dewan Pakar. Namun, nama-nama tersebut beredar di kalangan internal DPP Partai Golkar, sebagai tokoh yang cocok mengisi posisi menteri.

"Tentu tidak bisa semua karena terbatas. Tetapi wajar lah, Golkar sebagai pemenang pemilu kedua mendapat 5 kursi," kata Agung. [tribunnews]

fokus berita :


Kategori Berita Golkar Lainnya