01 Agustus 2019

Berita Golkar - Ketua DPP Partai Golkar Dharma Oratmangun mengatakan Munas Golkar yang hampir dipastikan akan berlangsung Desember 2019 yang akan datang. Dia meminta seluruh komponen kekuatan Golkar harus bersatu, jangan dipertentangkan antara Airlangga Hartarto dengan Bambang Soesatyo (Bamsoet) maupun dengan potensi kader lainnya yang berkehendak baik untuk memimpin Golkar.

"Munas Golkar ternyata telah memberikan resonansi tersendiri dalam perpolitikan nasional. Hal itu menandakan bahwa kiprah Partai Golkar sangatlah diperhitungkan dalam kancah perpolitikan di Indonesia maupun kawasan regional, sekaligus diharapkan dapat memberikan nuansa kesejukan dan stabilitas nasional," kata Dharma di Jakarta, Kamis (1/8).

Dia melanjutkan, inilah salah satu kepiawaian Golkar untuk meramu isu internal menjadi kekuatan dalam prespektif 'setia kawan' seperti yang termuat dalam point 3 'ikrar panca bhakti'.

"Yakni 'Kami warga partai Golongan Karya adalah Pembina Persatuan dan Kesatuan Bangsa yang berwatak setia kawan," katanya.

Oleh karena itu, dia meminta sudahilah pernyataan-penyataan yang memberikan konotasi menyerang pribadi-pribadi masing-masing para kader Golkar yang berkeinginan baik untuk mempersembahkan kontribusi sebagai kandidat Ketua Umum dalam Munas.

"Ruang seleksi kepemimpinan itu sudah diatur dalam mekanisme Tatib yang sudah sama2 dipahami dari Munas ke Munas. Bahwa nantinya ditempuh secara Aklamasi maupun juga berupa Votingpun sepanjang memenuhi semua aturan dan kriteria biarlah Munas yang nanti memutuskannya," paparnya.

Yang terpenting, lanjutnya, seluruh komponen kekuatan Golkar tidak boleh tercerai berai. Konkretnya adalah janganlah mempertentangkan antara Airlangga dan Bamsoet ataupun dengan Kader2 lainnya yang disebut-sebut ingin maju sebagai kandidat Ketua Umum seperti Indra Bambang Utoyo, Ulla Nuchwawaty, Lynda Poernomo dan diyakini masih banyak kader lainnya yang berpotensi maju namun telah memberikan dukungannya kepada Airlangga, seperti Agus Gumiwang Kartasasmita, Aziz Syamsudin, Zainudin Amali, Ridwan Hisjam, Tuan Guru Bajang dan masih banyak lainnya.

"Seluruh Kader, simpatisan Kandidat maupun Tim Sukses kiranya mengedepankan semangat 'setia kawan' untuk mengemukakan berbagai keunggulan komparatif dengan berbagai pemikiran visioner untuk masa depan Golkar yang lebih baik. Dinamika yang ada ini, hanyalah retorika publik yang terkadang digoreng-goreng juga oleh para pihak. Saya meyakini semua kader Golkar sangat paham dengan pola 'main bermain' di ranah ini. Mari kita jaga marwah Partai Golkar untuk semakin Solid mendukung Pak Jokowi dan KH Maruf Amin memimpin Indonesia 5 tahun ke depan," harapnya.

Semalam, Muspinas Kosgoro 1957 memutuskan untuk memperjuangkan salah satu kader terbaik Kosgoro 1957 yakni Airlangga Hartarto untuk memimpin Partai Golkar 5 tahun ke depan di dalam Munas Golkar Bulan Desember 2019 yang akan datang. Surat Keputusan tersebut langsung diserahkan oleh Ketua Umum Kosgoro 1957 HR Agung Laksono yang didampingi Sekjen DR Sabil Rahman.

Muspinas tersebut dihadiri oleh sejumlah Tokoh Golkar antara lain Wakil Presiden Jusuf Kalla yang sekaligus membuka Muspinas Kosgoro 1957 tersebut, juga BJ Habibie (Sesepuh partai Golkar), Akbar Tanjung (Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar), Ir Airlangga Hartarto (Menteri Perindustrian, sekaligus Ketua Umum Partai Golkar), Agus Gumiwang Kartasasmita (Menteri Sosial), Letjen (Pur) Lodewijk Paulus (Sekretaris Jenderal Partai Golkar) dan masih banyak tokoh lainnya. [merdeka]

fokus berita : #Dharma Oratmangun


Kategori Berita Golkar Lainnya