04 Agustus 2019

Berita Golkar - Tokoh masyarakat Jawa Barat yang juga ketua DPD Golkar Jabar Dedi Mulyadi mengusulkan daun jati sebagai pembungkus daging kurban guna menggantikan plastik.

Daun jati disebut sebagai solusi untuk mengatasi sampah plastik menjelang Hari Raya Idul Adha.

Diketahui bahwa setiap hari raya kurban ini, warga kerap menggunakan plastik untuk membungkus daging.

Karena distribusi daging sangat banyak dan menyebar di semua daerah di Indonesia, maka dipastikan sampah plastik akan meningkat. Hal itu tentu akan berdampak pada lingkungan.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Optimis Isu Politik Agama Tak Laku Lagi di Pilkada 2020

Menurut Dedi, bungkus plastik sebenarnya bisa digantikan dengan daun jati yang diikat tali bambu. Bungkus daun jati itu sendiri adalah tradisi orangtua terdahulu dalam membungkus daging kurban.

"Biasanya daging dibungkus daun jati dan diikat dengan tali bambu. Itu sangat praktis," kata Dedi saat mengunjungi Leuwi Panjang, Purwakarta, Jawa Barat, Minggu (4/8/2019).

Dedi mempraktikkan sendiri cara membungkus daging dengan daun jati yang diikat bambu. Ia ingin memberi contoh sekaligus mengingatkan dirinya saat kecil sering menjual daun jati dan tali bambu untuk menambah biaya sekolah.

Dia mengatakan, selain ramah lingkungan, daun jati memiliki sejumlah kelebihan. Pertama daun jati banyak dan tersebar seluruh Indonesia serta gratis.

Kedua, daun jati memiliki tekstur kasar sehingga daging akan diam. Beda halnya jika dibungkus daun pisang yang licin, daging akan selalu bergeser dan rentan jatuh kalau dibawa.

Kelebihan ketiga adalah daun jati membawa efek wangi pada daging. Menurut Dedi, jika daging dibungkus daun jati dan dibiarkan lama, maka daging itu akan harum dan empuk.

"Jadi bau anyirnya akan hilang jika pakai daun jati," katanya.

Keempat daun jati ramah lingkungan. Sisa sampah daun jati cepat terurai dan daun kompos.

Daun jati juga merupakan filosofi Jawa yang melambangkan kearifan, kemahatunggalan dan kekuatan.

"Pohon jati itu kan sangat kuat dan kokoh. Itu lambang kekuatan di Jawa," kata Dedi.

Dedi mengatakan, negara lain sudah banyak menggunakan pembungkus ramah lingkungan. Sementara di Indonesia, kesadaran menggunakan pembungkus ramah lingkungan masih minim, padahal sumbernya sangat melimpah. [kompas]

fokus berita : #Dedi Mulyadi


Kategori Berita Golkar Lainnya