05 Agustus 2019

Berita Golkar - Padamnya listrik di sebagian Pulau Jawa termasuk Ibu Kota DKI Jakarta, Minggu (5/8) menyebabkan sejumlah kerugian, baik itu di sektor ekonomi dan lainnya.

Bahkan, persoalan yang terjadi tiba-tiba tanpa ada pemberitahuan itu telah menjadi perhatian dunia internasional. 

Baca Juga: Bamsoet Promosikan Demokrasi dan Pluralisme ke Delegasi Kongres AS

Ketua DPR Bambang Soesatyo menyatakan bahwa semua tentu prihatin dan terganggu atas peristiwa tersebut. "Saya tidak tahu apakah ini tidak pernah diantisipasi sebelumnya, karena kita pernah mengalami kejadian ini di tahun 2002," kata Bambang di gedung DPR, Jakarta, Senin (5/8).

Legislator yang karib disapa Bamsoet itu menegaskan bahwa permasalahan ini tidak saja merugikan di sektor ekonomi. Bahkan, potensi kerugian mencapai Rp 90 miliar.

Karena itu, Bamsoet meminta persoalan ini segera diatasi Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT PLN Persero Sripeni Inten Cahyani. "Tidak boleh terulang kembali kasus seperti ini," tegasnya.

Menurut Bamsoet, persoalan yang telah menjadi perhatian dunia internasional ini seharusnya tidak terjadi, terlebih lagi di ibu kota negara.

Pasalnya, DKI Jakarta adalah pusat pemerintahan, sehingga banyak menyangkut masalah strategis misalnya pengamanan data, dan keamanan lain-lain.

"Untung saja tidak ada kecelakaan pesawat, kereta seperti di MRT meskipun akhirnya warga dievakuasi di bawah tanah, dan tidak ada kecelakaan lain-lain," katanya.

Baca Juga: Rugikan Masyarakat, Bamsoet Minta OJK dan Kemkominfo Tindak Tegas Fintech Ilegal

Sejauh ini, kata Bamsoet, belum pula mendapat kabar adanya bank-bank yang bobol akibat padamnya listrik tersebut.

"Karena kemarin kan pas weekend, jadi arus transaksi keuangan juga tidak terlalu banyak. Bayangkan jika ini terjadi di hari dan jam kerja," tegasnya. [jpnn]

fokus berita : #Bambang Soesatyo


Kategori Berita Golkar Lainnya