06 Agustus 2019

Berita Golkar - Wasekjen Partai Golkar Maman Abdurahman mengatakan mayoritas kader menginginkan Musyawarah Nasional (Munas) pergantian ketua umum dilakukan Desember mendatang. Hal itu, kata dia, sesuai dengan aturan partai yang ada.

Baca Juga: Maman Abdurrahman Usul Evaluasi Kinerja Airlanga Pasca Putusan Final Pileg 2019 di MK

"Sampe sekarang aspirasi besar baik Dewan Pembina, Dewan Pakar, senior-senior dan mayoritas pengurus DPP, DPD I seluruh Indonesia merekomendasikan Munas Desember," kata Maman di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Selasa (6/8).

Menurutnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga menyerahkan sepenuhnya pelaksanaan jadwal pelaksanaan Munas pada internal masing-masing partai. Karena alasan itu, Golkar juga tidak buru-buru melaksanakan Munas.

"Jadi arus besarnya dan Munas itu Desember sesuai dengan aturan yang sudah ada karena Golkar tidak kenal Munas dipercepat yang ada Munas atau Munaslub. Berdasarkan aturan dan organisasi Munas itu di Desember 2019," ucapnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tanjung menanggapi polemik penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar. Dia menilai, sudah ada kesepakatan awal bahwa Munas digelar akhir tahun 2019.

"Kalau mengenai penyelenggaraan Munas sudah disepakati sejak awal. Bahwa penyelenggaraan pada akhir tahun 2019. Katakanlah sekitar Desember," ujarnya di Hotel Kartika Chandra, Jakarta Selatan, Rabu (31/7).

Kubu Bambang Soesatyo yang merupakan pesaing petahana Airlangga Hartarto meminta Munas dipercepat. Akbar pun menyatakan tidak ada alasan yang mendesak Munas untuk dipercepat.

"Itu yang menjadi pedoman kita itu yang menjadi pegangan kita. Oleh karena itu tidak ada alasan percepatan Munas. Biarkanlah mekanisme ini berjalan sesuai dengan apa yang terjadi sejak awal," ujarnya. [merdeka]

fokus berita : #Maman Abdurrahman


Kategori Berita Golkar Lainnya