05 Agustus 2019

Berita Golkar - Ternyata kegiatan Ormas Pengajian Al-Hidayah bukan cuma mengaji. Merasa prihatin atas tingginya jumlah anak stunting di Indonesia saat ini. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menempatkan Indonesia sebagai negara ketiga dengan angka prevalensi stunting tertinggi di Asia pada 2017. Angkanya mencapai 36,4 persen, artinya ada 9 juta anak Indonesia menderita stunting.

Namun, pada 2018, menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), angkanya terus menurun hingga 23,6 persen. Penurunan angka stunting di Indonesia adalah kabar baik, tapi belum berarti sudah bisa membuat tenang. Maklum, bila merujuk pada standar WHO, batas maksimalnya adalah 20 persen atau seperlima dari jumlah total anak balita. 

Baca juga: DPP Al-Hidayah dan IIPG Gelar Santunan Bagi Ratusan Perempuan Dhuafa

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh anak balita, akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan dari bayi di dalam kandungan sampai usia 2 tahun. Sehingga, perkembangan anak pada usianya lambat. Kondisi kekurangan gizi  terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah lahir.

Stunting diyakini dapat menghambat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kemiskinan, dan memperlebar ketimpangan. Situasi ini jika tidak diatasi segera maka dapat dipastikan Indonesia tidak mampu bersaing menghadapi tantangan global pada masa depan.

Baca juga: Sambangi Pasar Temenggungan, Sekarwati Bagikan Kantong Belanja Ramah Lingkungan

Karena itu, Pengajian Al-Hidayah yang memiliki cabang kepengurusan hingga tingkat desa ini bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melakukan kegiatan dalam rangkaian mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) untuk mencegah stunting.

Beberapa kegiatan yang dilakukan adalah pemberian materi Germas dalam orientasi hari Sabtu, 3 Agustus 2019. Masyarakat diberikan penyuluhan bagaimana berperilaku hidup sehat. Makan makanan sehat, konsumsi buah sayur, lakukan olahraga minimal 30 menit sehari dan melakukan pemeriksaan kesehatan dan kehamilan secara rutin. Hari kedua dilanjutkan kegiatan senam sehat, pemeriksaan kesehatan scare gratis, test IVA dan pemeriksaan kehamilan serta pemberian edukasi dan contoh makanan sehat bergizi.

Baca juga: Pergoki Pasutri Bercumbu Di Depan Umum, Erna Rasyid Taufan Berang

Kegiatan ini mengundang seluruh masyarakat Kabupaten Ketapang untuk ikut serta. di gerakkan oleh pengurus Pengajian Al-Hidayah Kabupaten Ketapang. Terbukti, Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) ini menjadi landasan utama yang bagus untuk mencegah terjadinya stunting.

Pengajian Al-Hidayah berkomitmen mendukung dan melaksanakan program mencegah terjadinya stunting secara serius. Salah satu prioritas program Pengajian Al-Hidayah adalah menciptakan generasi qurani Indonesia yang sehat dan cerdas.

Karena itu, acara Germas di Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat maupun di 5 provinsi lainnya akan dikawal secara langsung oleh Ketua Umum Pengajian Al-Hidayah, Dra. Harbiah Salahuddin, M.Si, waketum Dra. Siti Marhamah, M.Ag dan sekjen Sekarwati, M.Si serta jajaran pimpinan pusat lainnya. Pengurus Provinsi yang terkait juga ikut serta terlibat meskipun pelaksanaan di kabupaten/kota.

Apresiasi masyarakat terhadap program ini cukup antusias,sehingga Pengajian Al-Hidayah yakin jika program ini dilaksanakan secara kontinyu dan komprehensif, akan berdampak cukup baik dalam pengurangan angka stunting. [kontributor Kalbar]

fokus berita :


Kategori Berita Golkar Lainnya