08 Agustus 2019

Berita Golkar - Perebutan kursi ketua umum Partai Golkar masih terus bergulir. Dua nama calon yaitu Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo (Bamsoet) masing-masing mengklaim mendapatkan dukungan besar dari sejumlah DPD. Peluang keduanya masih sama besar untuk merebut kursi Golkar 1.

Baca Juga: Andi Nursyam Halid Nilai Rangkap Jabatan Ketum Bikin Kinerja Golkar Mengecewakan

Pengamat politik Adi Prayitno, menilai, peluang politikus Partai Golkar sekaligus Ketua DPR RI Bambang Bambang Soesatyo (Bamsoet) dan pejawat Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto untuk memenangkan posisi Ketua Umum Partai Golkar periode 2019-2024 sama besar.

"Sama-sama berpeluang fifty-fifty karena melihat kecenderungan yang sama-sama kuat dan memiliki bekal politik yang memadai," ujar Adi, di Jakarta, Rabu (7/8/2019).

Airlangga, lanjut Adi, sebagai Ketua Golkar punya penetrasi kuat kepada pengurus Golkar, DPD I, dan DPD II. Sedangkan Bamsoet sebagai Ketua DPR cukup ''seksi'' karena simbol politik adalah DPR.

Meski begitu, Adi berpendapat, Airlangga lebih diuntungkan. Karena posisinya sebagai Ketum menjadikannya lebih mudah meraup suara. "Siapa yang bisa dan berhak menentukan ketua umum ya ketua DPD I dan DPD II, posisinya sebagai Ketum Golkar jauh lebih menguntungkan dibanding Bamsoet," katanya pula.

Selain itu, menurutnya, kinerja Airlangga terkenal cukup baik di kalangan internal. Ia mampu menyelamatkan Golkar dari guncangan, setelah sejumlah kader inti Golkar terjerat kasus korupsi.

Sejauh ini, sejumlah kader Golkar sudah mendeklarasikan maju sebagai calon Ketum Golkar, yakni Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo

Lima Calon

Lembaga riset politik IndexPolitica menyebutkan setidaknya ada lima nama calon ketua umum Partai Golkar yang rencananya digelar akhir tahun ini.

"Dari survei yang kami dapatkan di grassroot, kita dapat lima nama yang paling populer sebagai calon ketua umum Golkar," kata Direktur Eksekutif IndexPolitica Denny Charter, di Jakarta, Rabu.

Hal tersebut diungkapkannya saat seminar dan diskusi "Kupas Tuntas Persoalan Kepemimpinan Partai Golkar" yang diselenggarakan Barisan Pemuda Partai Golkar (BPPG).

Kelima nama itu, yakni Airlangga Hartarto, Bambang Soesatyo, Aziz Syamsudi, Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Indra Bambang Utoyo. Dari kelima nama itu, kata dia, Airlangga sebagai petahana masih unggul secara persentase, yakni 56 persen dibandingkan calon-calon lainnya.

Bamsoet Populer

Denny Charter menilai, dari kelima nama calon tersebut, Airlangga sebagai petahana masih unggul secara persentase, yakni 56 persen dibandingkan calon-calon lainnya. Akan tetapi, ia mengingatkan jika dilihat dari sudut pandang kaum milenial atau anak-anak muda justru Bambang Soesatyo yang lebih populer.

"Ada temuan Bambang Soesatyo yang unggul di kelompok pemilih muda, yakni di rentang usia 17-40 tahun," ucapnya, seperti dilansir Antara.

Temuan itu, kata dia, sinkron dengan hasil pantauan percakapan di media sosial melalui perangkat lunak atau software yang dimiliki IndexPolitica. "Kami punya tools, punya software, yang memonitor pembicaraan di media, seperti Twitter dan Facebook. Untuk saat ini," tutur Denny.

Hasilnya, kata dia, Bambang Soesatyo cenderung menguasai medsos untuk saat ini yang mendominasi, yakni 83 persen pembicaraan di medsos dibanding calon lain.

"Kemudian sentimen analitik. Ini soal tone pembicaraan. Semakin ke kanan atas, semakin bagus. Nah, tone-nya Bambang Soesatyo lebih bagus saat ini," ujarnya.

Meski sebagian besar pemilih Golkar masih kalangan tua, kata dia, partai berlambang beringin itu harus memiliki pemimpin yang biasa merangkul kalangan milenial.

Menurutnya, Partai Golkar akan tetap solid meski perebutan posisi ketua umum pada musyawarah nasional (munas) tahun ini membuat suasana memanas. "Golkar ini partai modern, udah punya pengalaman," katanya. [harianterbit]

fokus berita : #Bambang Soesatyo


Kategori Berita Golkar Lainnya