08 Agustus 2019

Berita Golkar - DPD Partai Golkar Purwakarta sudah menyerahkan tiga nama calon untuk direkomendasikan menjadi Ketua DPRD Purwakarta. Tiga nama tersebut kini tengah digodok oleh DPP Partai Golkar, Jakarta.

Tiga kandidat tersebut yakni Nenah Rohanah, Komarudin, dan Ahmad Sanusi. Siapa di antara tiga figur itu yang layak memimpin wakil rakyat? Purwasukanews.com meminta komentar ketiganya, tentang sejauh mana kesiapan dan strategi kepemimpinan jika kelak terpilih.

Sangat disayangkan, hanya Ahmad Sanusi yang bersedia berkomentar. Sementara Nenah Rohanah dan Komarudin memilih bungkam.

Saat DPP tengah melakukan seleksi calon ketua, Ahmad Sanusi mengaku menghadapinya secara santai. Dingin-dingin saja.

“Biarkan seperti air mengalir. Siapapun yang terpilih nanti, mudah-mudahan itu yang terbaik untuk partai dan masyarakat Purwakarta. Siapapun yang terpilih, saya siap mendukungnya,” ujar Sanusi saat dihubungi melalui telepon, Kamis (8/8).

Dikatakan Sanusi, jika kelak terpilih, dia akan meningkatkan sinergitas dengan lembaga eksekutif.

“Ya, untuk mewujudkan pembangunan di berbagai sektor, bagi kepentingan umum, terutama menuju Purwakarta yang lebih istimewa,” tutur pria kelahiran 26 juni 1971 ini.

“Di internal dewan, kelak sebagai pemimpin kita harus mampu berkomunikasi dengan baik, dengan mengedepankan nuansa kekeluargaan agar tercipta hubungan yang harmonis dan kondusif,” imbuh dia.

Mantan anggota DPRD Purwakarta Iwan Torana turut berkomentar tentang ketiga calon ketua Dewan.

Dikatakannya, dari sisi intelektual, Komarudin lebih unggul dibanding dua calon lain, “Dia berangkat menjadi anggota dewan dari seorang lawyer. Kemampuannya tak boleh diragukan,” kata Iwan.

Hanya saja, imbuh dia, untuk menjadi pimpinan dewan, tak boleh hanya mempertimbangkan faktor intelektualitas. “Yang lebih penting adalah pertimbangan moralitas. Kita kan tahu moralitas Komarudin,” tandasnya.

Selanjutnya, Iwan membeberkan ikhwal Komarudin yang dianggapnya pernah melakukan perbuatan yang melabrak moral. Namun Iwan meminta purwasukanews.com tak mempublikasikannya atas pertimbangan etika.

“Sampai sekarang saya memegang bukti tertulisnya. Tapi soal itu tak perlu dibeberkanlah,” pintanya.

Tentang Nenah Rohanah, Iwan berpendapat figur ini cukup senior di internal Golkar. “Dia sudah berpengalaman menjadi anggota dewan selama empat periode. Tapi, apakah leadership-nya mumpuni?” kata Iwan.

Adapun tentang Ahmad Sanusi, Iwan berpendapat bahwa dibanding dua calon lainnya, Sanusi kalah pengalaman. “Komarudin dan Nenah lebih senior daripada dia,” ujar Iwan [purwasukanews]

fokus berita :


Kategori Berita Golkar Lainnya