11 Agustus 2019

Berita Golkar - DPD Partai Golkar Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) sudah sepakat untuk mengusung Ketuanya, H Sahbirin Noor untuk maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2020.

Seluruh DPD tingkat Kabupaten/Kota se-Kalsel juga sudah nyatakan dukungannya terhadap Calon Gubernur Kalsel yang juga sebagai petahana, H Sahbirin Noor untuk kembali diusung.

Walau demikian, ternyata hal ini tak menutup pintu bagi kader DPD Golkar lainnya untuk maju dalam Pilkada 2020.

Baca Juga: Punya Suara dan Kursi Terbanyak, Golkar Siap Kawal Kerja Gubernur Sahbirin Noor

Tentunya tak sebagai Calon Gubernur yang diusung oleh Golkar, namun sebagai Calon Gubernur jalur independen.

Hal ini dibenarkan Ketua Harian DPD Partai Golkar Provinsi Kalsel, H Supian HK.

Menurut H Supian HK, pihaknya tak akan menghalang-halangi jika memang ada kader DPD Partai Golkar Provinsi Kalsel yang ingin pula maju sebagai Calon Gubernur di jalur independen.

Walaupun jika benar terjadi, artinya kader tersebut akan berhadap-hadapan langsung dengan H Sahbirin Noor dalam Pemilihan Kepala Daerah lima tahunan ini.

"Itu hak mereka, kami tidak membatasi dan kami menghargai itu," kata H Supian HK.

Tahapan persiapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Tahun 2020 akan dimulai Bulan September 2019.

Dengan modal 12 kursi Parlemen Kalsel, Partai Golkar sebagai pemenang Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 di Kalsel menjadi satu-satunya partai yang memenuhi syarat jumlah kursi dan dapat mengusung calonnya sendiri.

Sudah mendapat kepastian dan ketetapan hasil Pemilu Kalsel 2019 dari KPU Provinsi Kalsel, H Supian HK nyatakan DPD Partai Golkar Provinsi Kalsel dalam Bulan Agustus 2019 ini akan langsung memulai penjaringan secara internal terlebih dahulu.

Ia menegaskan, bagi DPD Partai Golkar Provinsi Kalsel pihaknya berprinsip hanya akan membuka lowongan untuk posisi Calon Wakil Gubernur bagi Partai Politik lain untuk mendampingi H Sahbirin Noor.

Namun jika ada partai lain yang juga membuka kesempatan menerima Calon Gubernur, pihaknya akan datang untuk melamar.

"Untuk kami prinsipnya hanya menerima Calon Wakil Gubernur, tapi kalau ada partai lain membuka lowongan Calon Gubernur kami akan datang," kata H Supian HK.

Jika rancangan PKPU sementara oleh KPU RI terkait Tahapan Pilkada 2020 tidak berubah, Pilkada 2020 rencananya akan dilaksanakan pada Bulan September 2020 yang tahapan penyelenggaraannya akan dimulai pada Kamis (1/8/2019) dengan tahapan peneriman Data Agregat Kependudukan per-Kecamatan (DAK2).

Selanjutnya, penyerahan syarat dukungan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur kepada KPU Provinsi dan Penyerahan syarat dukungan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati/Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota kepada KPU Kabupaten/Kota masing-masing dilaksanakan mulai Jumat (28/2/2020) dan Senin (2/3/2020).

Data tersebut selanjutnya akan diteliti, diverifikasi secara faktual dan direkapitulasikan oleh KPU hingga Rabu (22/4/2020).

Jika data dukungan memenuhi syarat, maka KPU akan mulai membuka pendaftaran pasangan calon Kepala Daerah pada Selasa (28/4/2020) hingga Kamis (30/4/2020).

Tahapan selanjutnya termasuk pemeriksaan kesehatan, penelitian syarat pencalonan, perbaikan syarat pencalonan dan tahapan lainnya terkait persyaratan kelayakan administratif dilakukan kurang lebih dua bulan hingga dilakukannya penetapan Calon Kepala Daerah oleh KPU pada Sabtu (13/6/2020).

Sehari setelah penetapan pasangan calon, KPU akan melaksanakan pengundian nomor urut pasangan calon pada Minggu (14/6/2020) hingga akhirnya pada Bulan September 2020 akan dilaksanakan proses pungut hitung.

KPU menargetkan batas akhir pengumuman perolehan suara Pilkada 2020 di tingkat TPS pada Selasa (29/9/2020).

Terakhir, tahapan dan proses rekapitulasi akan dilakukan di tingkat desa/kelurahan, kecamatan, Kota/Kabupaten hingga Provinsi ditargetkan selesai pada Kamis (1/10/2020) untuk selanjutnya ditetapkan dan diumumkan maksimal pada Senin (5/10/2020). [tribunnews]

fokus berita : #Sahbirin Noor


Kategori Berita Golkar Lainnya