11 Agustus 2019

Berita Golkar - Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie (ARB atau Ical) menyampaikan tidak ada polemik di internal partai berlambang pohon beringin itu. Pendapat Ical tersebut menyikapi pertanyaan wartawan mengenai adanya desakan percepatan musyawarah nasional (Munas) Partai Golkar.

Baca Juga: Raih 85 Kursi DPR, Bamsoet Apresiasi ARB, Akbar Tandjung dan Para Caleg Golkar

"Saya tidak pernah lihat ada polemik apa-apa, biasa saja semuanya," ujar Ical seusai salat Idul Adha di Masjid Syajaratun Thayyibah Kompleks DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Nelly, Slipi, Jakarta Barat, Minggu (11/8/2019).

Desakan percepatan Munas tersebut dari kubu Calon Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet). Ical pun mengatakan bahwa DPP Partai Golkar yang akan menentukan kapan Munas tersebut diselenggarakan.

"Semua kan ada waktunya, waktunya itu kan nanti ditunjukkan oleh DPP, yang menentukan DPP kapan waktu yang terbaik," kata mantan Ketua Umum Partai Golkar ini.

Kendati demikian, Ical enggan membeberkan siapa yang bakal didukungnya, apakah Bamsoet atau petahana Airlangga Hartarto. "Lebih condong kepada yang terbaik," jelasnya.

Namun, Ical tidak sependapat dengan alasan Kubu Bamsoet untuk mempercepat Munas Partai Golkar, yakni karena perolehan suara nasional partai berlambang pohon beringin itu dianggap menurun. Ical menilai apa yang telah diupayakan atau dilakukan Airlangga Hartarto sudah baik.

Baca Juga: Pujian Bamsoet Untuk Kepemimpinan Akbar Tandjung dan Aburizal Bakrie

"Ya itu memang keadaan yang sangat sulit untuk bisa ke nomor 2 kan baik, tentu kita ada evaluasi, tapi saya kira apa yang sudah dilakukan baik-baik dari keadaan yang begitu berat," katanya.

Adapun evaluasi yang dimaksudnya, bahwa Partai Golkar harus mengusung kader sendiri untuk Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2024. "Insya Allah (ada Capres dari Golkar tahun 2024)," pungkasnya. [sindonews]

fokus berita : #Aburizal Bakrie


Kategori Berita Golkar Lainnya