11 Agustus 2019

Berita Golkar - Langkah Joko Widodo (Jokowi) menuju pelantikan dirinya sebagai Presiden Indonesia untuk periode ke dua dibayang-bayangi permintaan jatah posisi menteri dari sejumlah partai pendukung.

Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tanjung meminta Jokowi mempertimbangkan posisi partai berlambang pohon beringin itu dalam kabinet periode 2019-20124.

Baca Juga: Dipimpin Airlangga, Akbar Tandjung Optimis Golkar Bakal Makin Jaya

Dengan nada diplomatis, Akbar Tanjung mengisyaratkan agar kader partainya bisa menduduki posisi menteri mengingat posisi partai Golkar sebagai partai dengan perolehan kursi legislatif terbanyak nomor dua.

"Itu memang hak prerogatif semua presiden. Tentu saja beliau juga akan memperhatikan faktor-faktor yang berkaitan dengan dukungan yang diperoleh oleh partai-partai politik, terutama dalam pemilihan legislatif. Saya yakin pasti menjadikan itu salah satu faktor yang mempertimbangkan untuk pengisi jabatan-jabatan menteri dalam periode yang datang," kata Akbar ll di di Masjid Syajaratun Thayibah di Kompleks DPP Golkar, Palmerah, Jakarta Barat, Minggu (11/8/2019).

Hal senada disampaikan Ketua Umum (Ketum) Golkar Airlangga Hartarto. Ia mengingatkan, posisi Golkar saat ini berada di urutan kedua setelah PDIP dalam hasil Pemilu 2019.

"Golkar kan di bawah PDIP. Kami tidak minta yang terbanyak. Kami sediakan kader sesuai dengan permintaan. Dan menghormati hak prerogatif pak presiden," kata dia.

Baca Juga:Mampu Besarkan Golkar, Kepemimpinan Airlangga Disejajarkan Dengan Akbar Tandjung

Saat ini Jokowi dan Ma'ruf Amin tengah menyusun komposisi kabinet. Partai koalisi yang mengusungya, termasuk PDIP, menyodorkan nama-nama yang akan menduduki jabatan menteri.

PDIP sebagai pemenag Pemilu 2019 sekaligus pengusung Jokowi-Ma'ruf meminta jatah menteri terbanyak dibanding partai lainnya. Hal ini dsampaikan langsung di hadapan Joko Widodo saat Kongres V PDIP di Bali pekan ini. [tirto]

fokus berita : #Akbar Tandjung


Kategori Berita Golkar Lainnya