12 Agustus 2019

Berita Golkar - Ada 4 hal yang disebut perlu didalami ataupun dievaluasi dalam draft Rancangan Undang-Undang Keamanan dan Ketahanan Siber (RUU Kamtansiber).

Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo, mengungkapkan bahwa hal itu untuk memperkuat pondasi dalam konteks pemeliharaan keamanan dan ketahanan siber yang ada dalam RUU Kamtansiber.

Baca Juga: Kurangi Polusi, Bamsoet Minta Penggunaan Mobil Pribadi Dikurangi

Pria yang akrab disapa Bamsoet itu menyebutkan, hal pertama yang perlu didalami atau direvisi adalah terkait kerentanan yang meningkatkan ancaman atau bahaya di bidang siber. Menurutnya, hal itu perlu dideteksi dan diidentifikasi.

"Kedua, segala aset penting untuk hajat hidup orang banyak, harus dapat dilindungi atau dibentengi dari kemungkinan adanya sabotase, serangan atau aneka upaya lain untuk menghancurkan atau merusaknya," ungkapnya di Jakarta, Senin (12/8/2019).

Ketiga, Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar itu mengatakan bahwa segala sabotase, serangan atau aneka upaya lain yang sedang berlangsung itu harus dapat ditanggulangi secepatnya.

"Kerusakan, kehilangan atau kehancuran yang telah terjadi harus dapat dipulihkan secepatnya," kata Bamsoet.

Keempat, lanjut Bamsoet, segala komponen dalam penyelenggaraan keamanan dan ketahanan siber harus dapat dipantau dan dikendalikan.

"Yaitu manusia, perangkat teknis dan perangkat non-teknis, harus dapat dipantau dan dikendalikan agar tidak menambah besar kerentanan," ujarnya. [akurat]

fokus berita : #Bambang Soesatyo


Kategori Berita Golkar Lainnya