12 Agustus 2019

Berita Golkar - Partai Golkar menanggapi usulan Partai Amanat Nasional (PAN) agar pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menjadi 10 orang untuk meredakan ribut-ribut soal perebutan 'kursi panas' tersebut.

Sekretaris Jenderal Golkar Lodewijk F Paulus mengatakan kursi Ketua MPR masih dalam pembahasan partai Koalisi Indonesia Kerja (KIK).

Belum ada keputusan mengenai siapa yang akan didorong untuk menjadi calon ketua MPR dari koalisi KIK.

Baca Juga: Agung Laksono dan Lodewijk Paulus Sepakat Munas Golkar Digelar Desember 2019

"Tentang ketua MPR tentunya harus ada kesepakatan dari partai-partai pendukung yang InsyaAllah tentunya akan dibicarakan partai-partai koalisi pak Jokowi," kata Lodewijk F Paulus di kantor DPP Golkar, Jalan Angrek Neli Murni, Slipi, Jakarta, Minggu, (11/8/2019).

Meski sedang berproses, Lodewijk F Paulus mengatakan kecil kemungkinan bagi PDIP mendapatkan kursi Ketua MPR.

Karena menurutnya PDIP telah mendapatkan kursi Ketua DPR.

"Yang jelas sebagai pemenang pemilu 2019 PDIP telah mendapatkan kursi ketua DPR RI sesuai UU MD3.

Tentang ketua MPR tentunya harus ada kesepakatan dari partai-partai pendukung yang Insya Allah tentunya akan dibicarakan partai-partai koalisi pak Jokowi," kata Lodewijk F Paulus.

Lodewijk F Paulus mengatakan sudah ada sedikit kesepemahaman antara parpol koalisi KIK mengenai Calon Ketua MPR.

Hanya saja Lodewijk F Paulus tidak membeberkan kesepemahaman tersebut.

Sementara itu Ketua Dewan Pembina Golkar Aburizal Bakrie mengatakan kursi Ketua MPR harus menjadi milik Golkar.

Pasalnya, Golkar merupakan partai ke dua peraih kursi terbanyak di parlemen, di bawah PDIP.

"Haruslah (Ketua MPR), (Golkar) partai kedua terbanyak di DPR.

Wajarlah jadi ketua MPR," kata Aburizal Bakrie secara terpisah di Kantor DPP Golkar. [tribunnews]

fokus berita : #Lodewijk Paulus


Kategori Berita Golkar Lainnya