14 Agustus 2019

Berita Golkar - Rekam jejak dan kiprah Bambang Soesatyo atau Bamsoet di kancah politik nasional menjadi satu nilai positif tersendiri yang dimilikinya jelang Musyawarah Nasional Partai Golkar tahun ini.

Menurut pengamat politik dari Indonesian Public Institute Karyono Wibowo, Bamsoet merupakan contoh politikus handal karena tingkat penerimaannya cukup baik di internal Golkar serta dari partai-partai politik lain.

Ketua DPR petahana ini dianggap cukup lentur dalam pergaulan sosial dan politik, sehingga kehadirannya mudah diterima orang.

Baca Juga: Konsolidasi Antisipasi Pilkada 2020, Golkar Harus Gelar Munas Sebelum Oktober 2019

"Dia cukup lentur dalam pergaulan sosial maupun politik. Rekam jejak dan pengalamannya cukup panjang mulai dari pengusaha, pimpinan organisasi massa dan organisasi profesional, pimpinan partai, hingga saat ini mengemban tugas sebagai Ketua DPR. Rekam jejak ini bisa jadi modal untuk memimpin Golkar," kata Karyono saat dikonfirmasi, Rabu (14/8/2019).

Menurut dia, Bamsoet harus bisa menjawab penurunan suara Golkar di Pemilu. Pasalnya itu tak bisa dilepas dari tantangan yang dihadapi partai ini, yakni banyaknya elite dan kader yang terjerat kasus korupsi.

"Tantangan Golkar semakin berat. Salah satunya diterpa sejumlah skandal korupsi yang menjerat beberapa kader utama. Selain itu, Golkar dihadapkan pada situasi politik yang sulit, akibat konflik internal yang terjadi sebelumnya," ungkap Karyono.

Belasan Tahun Gabung Golkar

Perlu diketahui, Bamsoet terhitung sudah belasan tahun bergabung dengan Golkar. Pada awal dirinya masuk ke Golkar pada 2008, Bamsoet langsung dipercaya menjadi Wakil Bendahara Umum DPP.

Setelah itu, dia terpilih menjadi anggota DPR RI Periode 2009-2014 dan duduk di Komisi III. Selama itu Bamsoet dikenal sebagai salah satu dari 9 anggota DPR yang membentuk Panitia Khusus Hak (Pansus) Angket Bank Century. [liputan6]

fokus berita : #Bambang Soesatyo


Kategori Berita Golkar Lainnya