16 Agustus 2019

Berita Golkar - Setelah melewati sejumlah perhelatan demokrasi dalam beberapa tahun ke belakang, Partai Golkar akhirnya akan menggelar Musyawarah Nasional. Namun belum diketahui pasti, kapan dan di mana acara Munas akan dilaksanakan.Dua nama yang digadang-gadang sebagai kandidat Ketua Umum Partai Golkar, yaitu Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo. Airlangga merupakan Ketua Umum Partai Golkar yang masih menjabat hingga saat ini, sementara Bamsoet, panggilan Bambang Soesatyo merukapan Ketua DPR dari Partai Golkar.

Pengamat Partai Politik, Haris Rusly Moti menilai Golkar adalah satu-satu nya Partai Politik di Indonesia yang paling dinamis. Kompetisi di Golkar sangat terbuka dan cukup bebas. Bahkan, kata dia, bisa dikatakan hanya Partai Golkar yang di era reformasi berhasil melakukan revolusi demokrasi di dalam struktur Partainya.

Sebab itu, ia berpendapat, Partai Golkar sebagai asset demokrasi sudah semestinya dipimpin oleh politisi yang punya kemampuan dan talenta dalam menyampaikan gagasan Partai ke rakyat.

"Bukankah salah satu fungsi Ketua Umum Parpol adalah sebagai juru penerangan untuk menancapkan kehendak Partai ke dalam kesadaran rakyat. Fungsi Ketua Umum Parpol itu juga adalah penyambung lidah rakyat," kata Haris, Rabu (14/8/2019).

Lebih lanjut, ia mengatakan, apabila seorang Ketua Umum Parpol jarang pidato di depan publik dan jarang berbicara di depan media, maka sulit bagi Partai tersebut untuk tampil memimpin dan mengubah keadaan di dalam masyarakat. Parpol tersebut juga tidak bisa menjadi "penyambung lidah rakyat".

"Saya berpendapat, Ketua Umum Golkar ke depan mestinya figur yang selain mempunyai kemampuan intelektual, juga punya kemampuan untuk menyampaikan gagasannya secara lisan maupun tulisan," tutur Haris.

Haris berpendapat, yang cocok dicalonkan sebagai Ketua Umum Partai Golkar adalah Bambang Soesatyo dan Rizal Mallarangeng. Kata dia, keduanya adalah mantan aktivis mahasiswa di masa muda. Selain itu, keduanya juga memiliki talenta berbicara di depan publik dan menulis.

"Daripada Rizal Mallarangeng menjadi "die hard" nya Airlangga, lebih baik tampil sendiri sebagai Calon Ketua Umum," ujar Haris.

Sementara itu, kata dia, Airlangga Hartarto yang habitatnya sebagai pengusaha, talentanya di dunia bisnis, sudah selayaknya fokus menjadi Menteri membantu Presiden Joko Widodo di bidang industri dan Investasi.

"Airlangga Hartarto tidak punya talenta sebagai Ketua Umum Parpol, yang menuntutnya untuk selalu tampil di media dan berbicara di publik," kata Haris.

"Dengan adanya perubahan figur Ketua Umum, maka kita harapkan Golkar akan reborn, dan tampil kembali sebagai pemenang pada Pileg dan Pilpres akan datang," Haris menambahkan. [akurat]

fokus berita :


Kategori Berita Golkar Lainnya