16 Agustus 2019

Berita Golkar - Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar yang rencananya digelar Desember 2019 dinilai jadi momentum untuk evaluasi internal. Perolehan suara Partai Golkar terus merosot sejak Pemilu 2004.

Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar, Akbar Tandjung prihatin jumlah kursi Partai Golkar di DPR terus merosot hingga Pemilu 2019 yang baru saja dilaksanakan. Dia berharap perolehan suara Partai Golkar meningkat pada Pemilu 2024.

Baca Juga: Akbar Tandjung Tak Sepakat Wacana Percepatan Munas Golkar

"Terus terang saja sejak 2004 kami selalu jadi pemenang. Tahun itu saya jadi ketua umum. Kemudian terus terjadi penurunan menjadi 91 (kursi) dan terakhir 85 (kursi). Syukurlah terakhir ini Golkar masih dalam dua besar, tapi turun. Ini yang membuat saya merasa sangat terpanggil bagaimana bisa kita menaikkan kembali suara Golkar," ujar Akbar Tandjung usai mengikuti Sidang Tahunan MPR/DPR/DPR 2019, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Dia mengaku belakangan ini aktif menjalin komunikasi kepada kader yang akan meramaikan kontestasi pemilihan Ketua Umum Partai Golkar. Baik dengan Bambang Soesatyo maupun calon petahana Airlangga Hartarto.

Menurutnya, dari nama yang siap meramaikan kontestasi ketua umum berikut, Airlangga masih lebih unggul dibandingkan Bambang Soesatyo.

Baca Juga: Akbar Tandjung Nilai GBHN Tak Perlu Tapi Amandemen UUD 1945 Bisa Dilakukan

"Yang saya ketahui dukungan kepada petahana cukup tinggi. Bahkan saya diundang di beberapa tempat dan terlihat di beberapa peristiwa itu dukungannya nampak banyak kepada Airlangga," ucapnya. [inews]

fokus berita : #Akbar Tandjung


Kategori Berita Golkar Lainnya