18 Agustus 2019

Berita Golkar - Nama Makmur HAPK dan Sarkowi V Zahry dinilai paling punya kans terpilih sebagai Ketua DPRD Kaltim. Keduanya dinilai berpengalaman dan paling memenuhi kriteria yang ditetapkan partai Golkar.

Makmur dinilai layak karena memperoleh suara terbanyak saat Pemilu April lalu sementara Sarkowi telah menjabat dua periode di Karang Paci dan pada Pileg lalu ia kembali terpilih. Namun, selain Marmur dan Sarkowi, terdapat nama HM Syahrun HS dan Mahyunadi serta Andi Harahap yang belakangan menyusul diusulkan ke DPP Golkar. Semua tentu punya peluang yang sama.

Plt Ketua DPD I Golkar Kaltim Muhktaruddin mengatakan proses pemilihan ketua DPRD Kaltim merupakan kewenangan tim DPP Golkar. “Makmur dan Sarkowi, ya bisa saja. Nanti DPP yang akan tentukan,” ujar Muhktaruddin sembari menambahkan tak ingin berspekulasi siapa yang akan ditunjuk menduduki kursi nomor 1 di parlemen Kaltim itu.

Sejak awal pengusulan nama, Makmur  digadang bakal menggantikan posisi HM Syahrun alias Haji Alung di Karang Paci  karena raihan suaranya yang tercatat sebagai yang tertinggi. Namun, Mukhtaruddin menegaskan perolehan suara bukan satu-satunya variabel yang menjadi pertimbangan tim DPP Golkar. “Suara terbanyak ada jadi bahan petimbangan. Tapi banyak variabel dan parameter yang jadi tolok ukur. Suara terbanyak jadi salah satu pertimbangan, tapi bukan satu-satunya syarat,” kata Muhktaruddin lagi. Variabel poin dalam menentukan kriteria calon ketua DPRD dari Golkar, kata Mukhtaruddin, termaktub dalam Peraturan Organisasi (PO) Golkar. 

Sekretaris DPD I Golkar Kaltim Abdul Kadir berkata, penentuan pimpinan DPRD dari Golkar tercantum dalam dua aturan. “Aturan itu ada di SE (Surat Edaran) Nomor 29 Tahun 2019, kemudian itu juga ada di dalam hasil keputusan tahun 2013 yang mengatur syarat dan ketentuan mekanisme penetapan unsur pimpinan DPR RI dan DPRD seluruh Indonesia,” jelas Kadir.

Ia juga menyinggung, bahwa dalam aturan itu disebutkan mengenai perolehan suara sebagai salah satu syarat.  “Mengenai jumlah suara terbanyak, itu juga jadi tolok ukur. Jabatan di partai, pengalaman di eksekutif atau legislatif, perolehan suara. Pendidikan terakhir, semua jadi bahan  pertimbangan,” paparnya.

Proses pemilihan ketua DPRD Kaltim, kata Kadir, akan dimulai hari ini. “Kami menunggu rapat tim DPP. Infonya dimulai besok (hari ini, Red). Paling lambat akhir bulan sudah diketahui siapa ketua DPRD Kaltim,” ungkapnya.

Jika dilihat dari beberapa poin syarat yang disebutkan Plt Ketua DPD I Golkar Kaltim dan Mukhtaruddin, serta Sekretaris DPD I Golkar Kaltim Abdul Kadir, maka nama Makmur dan Sarkowi paling memenuhi syarat.  Selain suara, syarat  menjadi ketua DPRD Kaltim adalah inkumben atau sudah pernah menjalani sebagai anggota DPRD di tingkat yang sama. Dari lima nama yang diusulkan Golkar: Makmur, Mahyunadi, HM Syahrun, Sarkowi dan Andi Harahap, tercatat hanya Sarkowi dan HM Syahrun yang merupakan inkumben. Tapi,  belum lama ini, Alung menyatakan tidak mengincar kursi yang ia duduki saat ini. Alung tegas mendukung Makmur.

Sarkowi  yang dihubungi Koran Kaltim mengatakan, dirinya hanya menjalankan tugas sebagai kader. Masuknya dirinya pada bursa calon ketua bukan kali pertama. Tahun 2014 lalu, ia juga diusulkan. 

“Saya yang penting ikuti penugasan partai saja. Justru salah kalau kader diperintah malah menolak. Saya hadir dan mengalir saja sepeti biasa, tapi kalau saya diperintah ya saya laksanakan,” ungkapnya.

Senada dengan Sarkowi, Makmur juga mengatakan demikian. “Kalau  dipercaya akan dilaksanakan dengan baik,” ungkap mantan Bupati Berau dua periode ini.  [korankaltim]

fokus berita :


Kategori Berita Golkar Lainnya