18 Agustus 2019

Berita Golkar - Ustaz Abdul Somad akan menemani Wakil Presiden Jusuf Kalla meresmikan Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah atau Masjid Agung II Batam, pada 20 September 2019 mendatang akan resmikan masjid selaku Ketua Dewan Masjid Indonesia.

Pemkot Batam juga akan mengundang 3 penceramah kondang dari dalam negeri dan negara tetangga untuk memeriahkan peresmian masjid kebanggaan masyarakat Batam itu.

Baca Juga: BPUBPKI Bahas Konstitusi 10 Hari, Jusuf Kalla Sindir DPR Bahas 1 Pasal Berbulan-bulan

"Wapres juga dijadwalkan hadir untuk meresmikan masjid yang bisa menampung puluhan ribu jamaah ini," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Ardiwinata di Batam, Jumat Lalu.

"Ustad yang akan mengisi acara peresmian masjid ini adalah Ustad Abdul Somad dan Habib Syech Abdul Qodir Assegaf dari Indonesia," lanjutnya.

Kemudian dari Negeri Jiran, pemerintah mengajak Datok Kazim Ilyas. Pemerintah memang sengaja mengundang ustad dari Negeri Jiran, karena rencananya, masjid itu akan menjadi tujuan wisata religi, bagi pelancong dalam dan luar negeri. Bahkan, pemerintah optimistis, acara peresmian masjid akan dihadiri banyak pelancong dari Malaysia.

Pemkot mengajak Asosiasi Tur dan Travel (Asita) untuk turut menjual paket wisata religi peresmian Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah.

"Kita titipkan peresmian Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah ini ke travel agen peserta table top. Jadi biar business to business langsung," kata dia.

Ia berharap melalui promosi di table top Asita, maka bisa menambah tamu wisatawan mancanegara.

Kekinian, Ustaz Abdul Somad atau UAS dilaporkan ke Markas Kepolisian Resor Sikka di Nusa Tenggara Timur atau NTT. Pihak yang melaporkan adalah Forum Komunikasi Alumni (Forkoma) PMKRI dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Maumere, Sabtu (17/8/2019).

Mereka menilai Ustaz Somad menistakan salib dan patung Yesus. Keduanya simbol Katolik dan Kristen Protestan. Ustaz Somad disebut telah menyinggung salib yang terekam dalam video ceramahnya di media sosial.

Dalam video itu UAS mengatakan, salib didiami oleh jin kafir karena patung yang tergantung di situ. Begitu juga simbol palang merah di ambulans, ia menyebutnya sebagai 'lambang kafir'.

Tak diketahui pasti lokasi dan waktu ceramah UAS di video itu, tetapi banyak warganet yang tak berkenan dengannya.

Sebelumnya, Politikus Partai Nasdem Birgaldo Sinaga juga ikut memberikan komentar untuk UAS di Facebook dan Instagram pada Jumat.

Melalui sebuah catatan yang cukup panjang, Birgaldo Sinaga menerangkan, hinaan dari UAS tak memiliki pengaruh pada keagungan Tuhan yang ia percaya. Namun ia dibuat resah dengan sikap intoleransi, yang menurutnya ditunjukkan oleh UAS lewat ceramah soal salib itu.

Baca Juga: Jusuf Kalla Ajak Generasi Muda Bikin Startup Dengan Nilai Tambah

Menurut Birgaldo Sinaga, sikap tersebut merupakan bibit terorisme, sehingga ia mendesak negara supaya segera bertindak. Dalam pernyataan persnya, Ketua PMKRI Cabang Maumere Rio Fernandez menilai ceramah Ustaz Somad melukai perasaan umat Katolik dan Protestan.

Selain PMKRI dan Forkoma, Brigade Meo Nusa Tenggara Timur juga melaporkan Ustaz Somad. Kali ini ormas itu melaporkan Ustaz Somad atas dasar penistaan agama. Laporan itu dibuat ke Kepolisian Daerah (Polda) NTT, Sabtu (17/8/2019) kemarin. [suara]

fokus berita : #Jusuf Kalla


Kategori Berita Golkar Lainnya