19 Agustus 2019

Berita Golkar - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengaku tak sepakat dengan wacana pemekaran wilayah menjadi provinsi Bogor yang dilontarkan Wali Kota Bogor Bima Arya.

Wacana yang berkembang, sebanyak 10 kabupaten/kota diajak bergabung dalam satu provinsi.

Sepuluh daerah tersebut, yakni Kabupaten Bogor, Bogor Barat, Bogor Timur, Kota Bogor, Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi, Cianjur, Depok, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi.

Baca Juga: Golkar Milenial dan Gema Ormas MKGR Kota Bekasi Gelar Bincang Politik

Kalau boleh memilih, Rahmat Effendi ingin Bekasi bergabung dengan Jakarta.

“Saya enggak tahu, tapi kemarin ada yang gagas siapa ya, (Bekasi) jadi Jakarta Tenggara,” ucap pria yang akrab disapa Pepen ini ketika ditemui usai rapat paripurna mendengarkan pidato Presiden RI Joko Widodo di gedung DPRD Kota Bekasi, Jumat (16/8/2019).

Politikus Golkar ini mengaku punya dalil kuat di balik konsep pembentukan provinsi Pakuan Bagasasi.

Nama “Pakuan” dan “Bagasasi” diambil dari sejarah penamaan wilayah Bogor dan Bekasi pada era kerajaan.
Namun, ia menyebut, Bekasi punya sejarah keberadaan yang lebih tua daripada Bogor
Oleh sebab itu, dari segi penamaan saja, ia tak setuju jika Bekasi hanya jadi bagian dari provinsi Bogor Raya.

Soal perubahan nama Bekasi menjadi Jakarta Tenggara, ia sendiri tidak mengetahui siapa yang lebih dulu melontarkan hal tersebut. Namun, ia memastikan proses itu baru sebatas wacana dan menjadi bagian dari urusan politik.

“Masih jauh dan panjang prosesnya (ke arah perubahan menjadi Jakarta Tenggara). Terserah masyarakat saja mau apa tidak. Kalau politiknya setuju dan jalan, ya, berubah. Kita wali kota urusannya kerja dulu,” ujarnya.

Meski demikian, Rahmat tak menampik bahwa tawaran menjadi bagian dari DKI Jakarta memang sudah ada sejak lama.

“Iya sudah. Bekasi sudah ditawarkan” pungkasnya. [liputanindonesia]

fokus berita : #Rahmat Effendi


Kategori Berita Golkar Lainnya