22 Agustus 2019

Berita Golkar - Pemilihan kepala daerah (pilkada) di Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai bergulir di kalangan para politisi. Mereka mulai angkat bicara terkait siapa yang akan memimpin wilayah Bumi Oheo itu nantinya.

Jika sebelumnya Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Nasdem bertekad kuat untuk mengusung kadernya bertarung di pesta demokrasi 5 tahunan itu, Partai Golongan Karya (Golkar) justru lebih cenderung memilih figur baru yang akan didukung pada pilkada serentak tahun 2020.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Konut, Safrin mengatakan, langkah yang dilakukan pihaknya dalam menghadapi pilkada 2020 Konut yaitu, mencari figur yang tepat, memiliki elektabilitas baik, komitmen sesuai harapan masyarakat Konut. Dan yang terpenting mampu menggerakkan ekonomi rakyat.

“Fakta hari ini Golkar kencenderungan mencari figur baru. Apalagi jika masyarakat menyatakan dan menginginkan. Tagline Golkar kan, suara golkar suara rakyat. Jadi kalau ada yang potensial kenapa tidak kita dukung, apalagi masyarakat yang butuhkan,”kata Safrin dikonfirmasi, Kamis (22/8/2019).

Ditanyai soal dukungan ke petahana, Safrin menjelaskan bahwa partai berlambang pohon beringin ini merupakan salah satu parpol yang dulunya mendukung Ruksamin-Raup saat berkompetisi melawan para calon pada pilkada 2015 lalu, hingga mengantar pasangan dengan tagline Konasara itu pada puncak kemenangan setelah menumbangkan calon petahana Aswad Sulaiman-Abu Haera.

Namun, lanjut Safrin, untuk pilkada kedepannya golkar lebih mengharapkan hadirnya calon baru yang memenuhi syarat untuk didukung dalam pertarungan pemilukada nanti.

“Tapi, kembali lagi kami tetap merujuk pada aturan partai melalui rekomendasi yang dikeluarkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar terkait siapa nantinya yang akan didukung. Golkar saat ini mulai menjalankan tim surveinya untuk melihat elektabilitas calon,”ujarnya.

“Golkar terbuka untuk semua calon dan tetap menunggu perintah DPP sebagai kiblat partai. Kalau sudah nyatakan dan masyarakat mayoritas mengiginkan kenapa tidak. Yang lalu kan Golkar dukubg full petahana”tambahnya.

Dia menambahkan, meski tak menyebut nama-nama, namun menurut analisa politiknya ada 4 sampai 5 calon yang akan berkompetesi pada pilkada 2020 nanti. Untuk meraih kemenangan dua periode, sang petahana yang kini duduki oleh Ketua DPW Sultra PBB, Ruksamin diprediksikan harus memilik hasil survey minimal 65 persen. Jika di bawah 50 persen maka bisa dipastikan kalah.

“Idealnya sebelum masuk tahapan pilkada, incumbem harus memiliki posisi 65 persen survei awal. Kita contoh jaman Aswad sebelum masuk tahapan tinggi surveinya, tapi karena trend isu yang hembuskan sehingga menurun dan akhirnya kalah. Dan jujur saja isu yang akan dibangun lawan politik di pilkada nanti lebih mudah untuk menjatuhkan incumben saat ini,”tukasnya. [zonasultra]

fokus berita : #Safrin


Kategori Berita Golkar Lainnya