22 Agustus 2019

Berita Golkar - Ketua DPP Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyikapi adanya penjagaan ketat di sekitar kantor DPP Partai Golkar. Menurutnya tidak ada kegentingan yang memaksa sehingga kantor DPP Golkar harus mendapatkan pengamanan ekstra ketat. Apalagi sampai melibatkan sekumpulan oknum preman.

Baca Juga: Etos Indonesia Nilai Bamsoet Mampu Bikin Golkar Solid dan Berintegritas

"DPP Golkar hendaknya tidak mengambil langkah-langkah yang dapat merusak citra Partai Golkar," kata Bamsoet dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Kamis (22/8).

Bamsoet mendesak agar Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto memerintahkan orang-orang kepercayaannya untuk bisa segera menormalisasi suasana di lingkungaan kantor DPP Golkar. Ia menegaskan agar lingkungan kantor DPP Golkar harus kondusif.

"Tidak ada ancaman dari mana pun, sehingga pengamanan DPP yang ekstra ketat sama sekali tidak diperlukan. DPP tetap harus menjadi ruang terbuka bagi kader yang ingin berkomunikasi dengan pimpinan Golkar," ujarnya.

Ia juga berharap agar desakan untuk melaksanakan sejumlah agenda partai yang mendesak untuk tidak disikapi secara panik dan takut. Menurutnya segala sesuatunya akan berjalan dengan baik jika DPP Golkar terbuka dan komunikatif dengan semua elemen Partai Golkar.

"Oleh orang luar, pengamanan DPP Golkar yang ekstra ketat itu dinilai sebagai cerminan rasa takut elit Golkar. Padahal, tak ada yang perlu ditakuti karena memang tidak ada ancaman terhadap DPP Golkar dan para elitnya. Sebaliknya, pengamanan ketat itu justru menumbuhkan kesan Golkar dekat atau terbiasa dengan aksi kekerasan atau tindak anarkis," jelas ketua DPR tersebut.

Ia pun mendukung agar kasus pelemparan bom molotov dilaporkan ke kepolisian untuk diselidiki. Menurutnya kasus ini aneh karena praktis tidak ada target strategis di DPP Golkar yang harus diancam dengan pelemparan bom molotov.

"Hari-hari ini, semua kader Golkar sangat prihatin karena berita tentang pengamanan ekstra ketat di kantor DPP Partai Golkar, yang kemudian disusul dengan kasus pelemparan bom molotov oleh orang tidak dikenal pada Rabu (21/8) dini hari," tuturnya. [republika]

fokus berita : #Bambang Soesatyo


Kategori Berita Golkar Lainnya