23 Agustus 2019

Berita Golkar - Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) menyambangi kantor DPP Partai Golkar Jl. Anggrek Neli Murni No.11A, Kelurahan Kemanggisan, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, Kamis(22/08/2019), tetapi kedatangannya dihadang oleh personil Polisi setempat, dan dilarang masuk.

Wakil Ketua Umum PP AMPG Abdul Aziz saat ditemui WARTALIKA.id di lokasi mengatakan kedatangi kantor DPP Partai Golkar untuk menanyakan tentang urgensi penjagaan ketat yang dilakukan oleh pihak DPP, akan tetapi kedatangannya dihadang oleh Polisi setempat, kami datang hanya mau mencari tau ada apakah sebenarnya ini,” ucap Abdul Aziz, kamis, (22/8/2019) di Palmerah Jakarta Barat.

Saya datang ke sini karena ini rumah kami, bukan untuk demo. Kita semua tidak ingin ada kegaduhan di Partai Golkar. Karenanya, kami tidak ingin anarkis, dan kami bertekad menjaga suasana Partai Golkar yang kondusif,” tegasnya.

“Ada apa dengan AMPG dengan aksi pelarangan masuk ke kantor DPP Golkar. Harusnya sebagai pimpinan, Ketua umum harus mengayomi semua anggota, bukan malah melarang para kadernya masuk ke rumahnya sendiri,” cetus Abdul Aziz dengan nada kecewa.

Bahwa kedatangannya untuk mendorong DPP melaksanakan Rapat Pleno, “karena Partai Golkar butuh jalan yang jelas untuk memback up program program Joko Widodo di pemerintahan, lantas bagaimana mau back up pemerintah kalau rapat pleno saja tidak pernah,” ucapnya.

Ketua Umum DPP Partai Golkar AH, telah gunakan tangan besi untuk mengkooptasi anak muda.

Hasil dari negosiasi dengan aparat Kepolisian, meminta aparat untuk menjadi penengah dan tidak ada keberpihakan, jika saya tidak boleh masuk maka yang di dalam juga harus dikeluarkan, jadi apa dasarnya melarang kami untuk masuk,” tegasnya.

Polisi tetap harus jadi penengah dan tidak ikut berpolitik, Abbdu Aziz juga menambahkan orang yang hari ini hadir adalah kader saya berani jamin itu.

Intinya kami para kader ingin Partai Golkar menjalankan proses demokrasi, Golkar ini jangan dijadikan layaknya perusahaan pribadi oleh segelintir elit.

Biar Masyarakat Indonesia menilai beginilah tata kelola Partai Golkar dibawah kepemimpinan Airlangga Hartarto.

Kami AMPG harus menjaga Partai Golkar ini tetap pada jalurnya, Partai yang mengusung demokrasi, bukan partai yang bermain kayu, yang mengikuti kehendak segelintir orang.

Demokrasi jangan sampai di tutup pintunya, dan kader AMPG yang didalam jangan menjadi centeng dari kekuatan yang ingin menguasai partai dengan cara yang tidak benar. Partai Golkar ini adalah laboratorium kader, malu kita partai besar dijadikan seperti ini,” ucap Wakil Ketua Umum PP AMPG pada WARTALIKA.id.

Di daerah kita bicara akan mensupport program pak Jokowi, gimana bisa mensupport kalau rapat pleno saja yang menjadi sarana musyawarah dan diskusi tidak pernah ada. Jadi, jangan sampai pemerintahan sekarang seolah dibohongi karena rapat pleno saja tidak pernah ada.

Pleno ini tuntutan dari semua pihak dan pengurus daerah baik DPD I dan DPD 2, bukan hanya dari AMPG,” tutur Abdul Aziz. [wartalika]

fokus berita : #Abdul Aziz


Kategori Berita Golkar Lainnya