26 Agustus 2019

Berita Golkar - kader Partai Golkar menyarankan kepada para elite di Jakarta untuk menggelar munas pada Desember nanti.

Bahkan, Ketua Pelaksana Harian DPD Golkar Jawa Tengah, Iqbal Wibisono meminta agar sosok ketua umum partainya nanti mempunyai kemampuan bisa melebihi Jusuf Kalla (JK).

"Minimal lebih hebat dari Pak JK dong. Karena beliau punya track record yang mumpuni, bisa jadi wapres dua kali. Dan juga figur ketum ke depan mestinya lebih hebat dari pemimpin sebelumnya. Zaman yang saat ini sudah berubah maka tidak harus dipimpin dengan sistem seperti 25 tahun yang lalu," kata Iqbal kepada IDN Times, Senin (26/8).

1. Golkar klaim proses kaderisasi berjalan dengan baik
Iqbal menilai, dengan kemunculan lima nama dalam bursa caketum Golkar, hal ini menunjukkan bahwa proses kaderisasi di tubuh partainya berjalan dengan baik.

Ini, katanya juga, menampilkan sikap kader partainya yang tidak apatis dalam menghadapi dinamika politik yang sedang berkembang.

"Saya kira dengan situasi ini, Golkar tidak miskin calon. Mereka tentunya bisa mewarnai bursa kandidat ketua umum. Yang pasti, mereka harus turun untuk berkomunikasi di setiap daerah. Waktu mereka cuma tiga bulan," terangnya.

2. Kader Golkar tidak mau jadwal Munas molor
Pihaknya pun mendesak kepada elite DPP Golkar untuk memantapkan jadwal pelaksanaan Munas sesuai rencana yakni pada Desember nanti. Iqbal mengaku tidak ingin jadwal pelaksanaanya molor karena berpotensi mengganggu komunikasi politik dengan pemerintah.

"Kita gak mau jadwalnya molor. Paling tidak sebelum Desember sudah harus digelar munas. Biar nantinya pengurus partai bisa intens berkomunikasi dengan pemerintah," cetusnya.

3. Perlu figur yang dekat dengan anak muda
Pihaknya berharap, figur ketum partainya mampu mendekatkan diri kepada generasi muda. Dengan begitu, menurutnya generasi muda menjadi kekuatan terdepan Golkar untuk membawa perubahan arah politik menuju Pilpres 2024 mendatang.

"Semuanya prosesnya dapat berjalan dengan serba transparan, dirumuskan dengan baik. Kalau sudah begitu, partai ini tetap dicintai rakyatnya. Kemudian generasi muda juga mendekatkan diri kepada Golkar. Jadinya, kekuatan kita ke depannya berada pada militansi generasi muda," akunya.

Lebih jauh lagi, Iqbal mengusulkan kepada para elite di pusat untuk bersiap melakukan regenerasi. Ia ingin 50 persen anak muda bisa menduduki posisi strategis sebagai pengurus partai.

"Yang usianya di bawah 50 tahun, ya sebisa mungkin menempati posisi di kepengurusan yang baru. Sehingga bisa dilihat apakah ketum partai pada masa mendatang bisa muncul sosok karismatik dan teruji dalam kaderisasi atau tidak," tandasnya. [idntimes]

fokus berita : #Iqbal Wibisono


Kategori Berita Golkar Lainnya