27 Agustus 2019

Berita Golkar - Ketua Fraksi Partai Golkar (PG) di DPR Melchias Markus Mekeng menilai perhitungan APBN 2020 sangat realistis dan memberikan optimisme. Alasannya, asumsi-asumsi yang dimunculkan dibuat di tengah situasi global yang tidak menentu.

Baca Juga: Melchias Mekeng Yakin Jokowi Susun Kabinet Berdasar Kapasitas dan Kualitas

“Kita punya keterbatasan karena adanya perang dagang antara Amerika dan Tiongkok yang belum selesai. Itu sangat menganggu kita punya ekspor-impor. Kan income yang kita dapat kan dari ekspor-impor. Jadi, apa yang disusun sekarang sesuatu yang realitsit yang dicapai,” kata Melchias Markus Mekeng usai mengikuti sidang paripurna DPR di gedung DPR, Jakarta, Selasa (27/8/2019).

Ia melihat angka pertumbuhan ekonomi 5,3 persen yang dicantumkan di APBN sudah layak dan sesuai. Karena naiknya hanya 0,1 persen dari tahun 2019. “Kalau naik sampai 6 persen, ya itu terlalu berlebihan,” tegas Mekeng yang juga Ketua Komisi XI DPR ini.

Namun dia mengingatkan apa yang dicantumkan hanya asumsi-asumsi yang didasarkan kondisi sekarang. Asumsi-asumsi tersebut bisa berubah jika terjadi sesuatu yang luar bisa menimpa bangsa ini atau terjadi di wilayah lain di dunia ini. Misalnya terjadi peperangan atau kondisi luar biasa lainnya.

“Itu kan asumsi masih dalam keadaan perang dagang, Brexit. Tiba-tiba ada kejadian luar bisa yang dampaknya besar, itu bisa berubah semua,” tutur Melchias Markus Mekeng.

Saat ditanya apa yang bisa dilakukan agar postur APBN 2020 tetap terjaga, dia jelaskan perlu dilakukan value added production. Misalnya jangan jual barang mentah. Kemudian industri harus tetap ada.

“Kita harus berpikir renewable energi karena energi yang besarkan kita impor minyak. Sementara penduduk nambah terus. Ini harus dipikirkan supaya kita punya APBN tidak tersandera terus oleh listing minyak yang turun, tapi kebutuhan minyak nambah,” tutup Melchias Markus Mekeng. [beritasatu]

fokus berita : #Melchias Mekeng


Kategori Berita Golkar Lainnya