28 Agustus 2019

Berita Golkar - Politisi senior yang juga mantan Ketua Umum Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPFG) Ulla Nuchrawati mengutuk keras praktek perjudian yang dilakukan di Kantor DPP Partai Golkar oleh sejumlah oknum yang mengenakan seragam Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG).

Menurut Ulla, bahkan bukan cuma praktek judi yang tampak dalam beberapa video yang beredar, melainkan juga aksi menyetel musik keras-keras saat adzan dikumandangkan, serta menganggu kenyamanan warga sekitar. Ironisnya, kegiatan tak terpuji itu terjadi di kantor Partai DPP Partai Golkar dan videonya viral hingga dikonsumsi masyarakat luas.

"Tidak bisa dibayangkan apabila video itu sampai ke tangan generasi milenial dan anak-anak kita di rumah. Saya sebagai seorang ibu merasa marah sekaligus sedih, kok bisa kantor DPP Partai Golkar dijadikan tempat judi dan perbuatan tidak terpuji lainnya," ujar Ulla di Jakarta, Selasa (27/8/2019).

Hal demikian, lanjut Ulla, tidak bisa kita tolerir, karena ini menyangkut nama baik dan citra positif Partai Golkar. "Kita tidak ingin mendengar penjelasan yang hanya sekedar mencari kambing hitam," kata Ulla.

Lebih lanjut, ia meminta Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto tidak mendiamkan perbuatan tercela tersebut. Apalagi, kata dia, melakukan pembiaran dan memelihara keberadaan 'preman-preman' di dalam kantor Partai Golkar.

"Saya mendesak Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, untuk segera mengosongkan semua aktivitas preman-preman yang berada di dalam kantor Partai Golkar. Airlangga harus punya rasa malu. Jangan karena ingin mempertahankan kekuasaan dengan menempuh cara-cara yang merusak dan menghancurkan Partai Golkar," tegas Ulla.

Ulla mengatakan, cukupkah Partai Golkar mengalami penurunan suara dan kursi dalam Pemilu Legislatif 2019. Itu sudah menjadi bukti nyata Airlangga gagal memimpin Partai. "Jangan lagi dirusak citra dan nama baik Partai Golkar dengan cara-cara memelihara preman di dalam Partai Golkar," tukasnya. [akurat]

fokus berita : #Ulla Nuchrawati


Kategori Berita Golkar Lainnya