29 Agustus 2019

Berita Golkar - Papua masih terus bergolak. Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyatakan, kerusuhan di beberapa wilayah Papua itu kemudian dimanfaatkan oleh penumpang gelap.

“Pertama yang bisa kita cium, ada asing yang ingin menarik Papua dari Indonesia,” Kata Bamsoet di Posko Bamsoet, Jalan HOS Cokroaminoto Nomor 57, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (28/8).

Baca Juga: Bamsoet Minta Anggota DPR Mendatang Lanjutkan Parlemen Modern dan Terbuka

1. Aparat keamanan diminta untuk menyelesaikan masalah secara permanen

Oleh karena itu, Bamsoet meminta pihak keamanan untuk melakukan langkah-langkah yang komprehensif dan mampu menyelesaikan masalah di Papua secara permanen.

“Kita semua prihatin atas apa yang terjadi di Papua. Panglima TNI dan Kapolri sudah ada di Papua, untuk menyelesaikan masalah-masalah konflik di sana,” ujar dia.

2. Bamsoet menyayangkan tindakan SARA saat pengepungan asrama mahasiswa Papua yang menjadi memicu kemarahan warga Papua

Kerusuhan di beberapa wilayah Papua merupakan buntut dari konflik bernuansa suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) di Surabaya, Jawa Timur, saat pengepungan asrama mahasiswa Papua, medio Agustus lalu.

Bambang yang juga politikus Partai Golkar itu menyesalkan terjadinya peristiwa tersebut."Yang memicu eskalasi ini. Maka kita berharap tidak terjadi lagi karena bagaimana pun Papua adalah bagian dari Indonesia," kata dia.

3. Bentrok antara warga dan aparat masih terjadi. Konflik terakhir, menewaskan 3 orang

Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf Rodja mengatakan, dalam insiden kerusuhan yang terjadi di Deiyai, Rabu (28/8) tercatat tiga orang meninggal, yakni dua warga sipil dan seorang anggota TNI AD. Dia membantah pemberitaan media massa, termasuk media asing, yang menyebut bahwa enam warga sipil tewas dalam bentrok itu.

"Tidak benar laporan tentang enam warga sipil yang tewas dan terluka dalam insiden tersebut. Yang pasti tiga orang meninggal dalam insiden tersebut," kata Irjen Pol Rodja dilansir dari Kantor Berita Antara, Rabu (28/8).

Dikatakan, insiden yang berakhir kerusuhan itu berawal dari demo yang dilakukan sekitar 100 orang yang melakukan orasi di halaman kantor bupati Deiyai, namun tiba-tiba datang sekitar 1.000-an orang yang berlari-lari kecil dan sebagian di antara menyerang aparat keamanan.

4. Kronologi bentrok di Deiyai

Massa menyerang mobil yang sebelumnya ditumpangi anggota TNI dan merampas senjata api yang berada di dalam mobil tersebut.

Selain mengambil 10 senpi jenis SS 1 beserta magasin berisi amunisi, mereka membunuh anggota TNI dengan menggunakan parang dan anak panah hingga menewaskan Serda Rikson.

Setelah berhasil mengambil senjata api, kemudian melakukan penembakan ke aparat keamanan yang sedang melakukan pengamanan unjuk rasa hingga terjadi kontak senjata, tutur Irjen Pol Rodja.

Kapolda Papua yang mengaku saat ini masih berada di Timika mengatakan, dalam insiden tersebut selain menewaskan tiga orang baik itu warga sipil maupun anggota TNI juga mengakibatkan lima anggota TNI dan Polri terluka.

Saat ini korban sudah dievakuasi ke RSUD Enarotali, dan situasi nisbi aman, tegas Irjen Pol Rodja. [idntimes]

fokus berita : #Bambang Soesatyo


Kategori Berita Golkar Lainnya