30 Agustus 2019

Berita Golkar - Suhu Partai Golkar menghangat menjelang Musyawarah Nasional (Munas) yang diperkirakan digelar pada Desember mendatang.

Sejauh ini hanya dua sosok yang akan berkontestasi merebut kursi ketua umum Partai Golkar mendatang, yakni Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo (Bamsoet). Airlangga adalah ketua umum Partai Golkar saat ini, sedangkan Bamsoet saat ini menjabat Ketua DPR.

Menjelang perhelatan tersebut, partai berlambang pohon beringin ini diingatkan untuk menjaga stabilitas dan tidak terjebak polemik.

"Saya yakin polemik di internal, tidak akan panjang, karena mereka akan menghadapi agenda-agenda besar," kata pengamat politik dari Universitas Bung Karno, Cecep Handoko kepada wartawan, Rabu 28 Agustus 2019.

Agenda yang dimaksud berkaitan dengan agenda politik pada masa mendatang. Kendati demikian, dia yakin Airlangga sebagai Ketua Umum Partai Golkar saat ini dapat menjaga stabilitas partai.

Golkar di bawah Airlangga dinilainya berjalan stabil. Hal itu terlihat setelah partai ini behasil melewati turbulensi politik saat ketua umum sebelumnya, Setya Novanto yang terjerat kasus korupsi.

"Sebelum Airlangga menjabat, (Golkar-red) memang sangat mencekam. Yang pada akhirnya membuat Golkar keteteran," katanya. 

Sementara itu, pengamat politik Jerry Sumampouw mengingatkan, meski dukungan kepada Airlangga besar tapi bukan berarti aman.

“Banyak fakta menunjukkan, solidnya dukungan di pramunas, bisa berbalik arah di saat munas,” ujarnya kepada wartawan.

Menurut dia, potensi perpecahan bisa terjadi. Terlebih saat ini hanya ada dua sosok yang menonjol. Golkar dikatakannya bisa saja tiba-tiba mencari alternatif lain.

Terlebih setiap pemilu, Golkar dilanda isu-isu friksi internal. Golkar di bawah Airlangga harus terus solid dan tidak melahirkan konflik.

"Dalam Munas kali ini jangan memicu konflik yang tajam. Airlangga harus mampu merawat Golkar, " kata dia.[sindonews]

fokus berita :


Kategori Berita Golkar Lainnya