30 Agustus 2019

Berita Golkar - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggelar rapat paripurna dalam rangka HUT 74 DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (29/8). Dalam rapat itu Ketua DPR Bambang Soesatyo pun membeberkan capaian-capaian kinerja lembaga yang ia pimpin.

"Dalam pelaksanaan fungsi legislasi, selama Tahun Sidang 2018-2019, DPR telah membahas dan menyetujui bersama Presiden sebanyak 15 rancangan undang-undang (RUU) untuk disahkan menjadi undang-undang (UU)," kata Bambang.

Baca Juga: Bamsoet Curiga Ada Tangan Asing Di Balik Kerusuhan Papua

Pria yang akrab disapa Bamsoet ini menjumlahkan total RUU yang disahkan menjadi UU dari awal periode DPR 2014-2019. Total ada 77 RUU yang dibahas oleh DPR.

"Dengan demikian, secara keseluruhan jumlah RUU yang telah selesai dibahas dari awal periode keanggotaan DPR RI 2014-2019 sampai dengan Agustus 2019 berjumlah 77 RUU," ungkapnya.

Politikus Partai Golkar ini juga merinci jumlah RUU yang masih dalam pembahasan. Setidaknya masih ada 12 RUU dibahas, tujuh RUU dalam proses penyusunan pada Anggota dan Alat Kelengkapan DPR, dua RUU dalam proses harmonisasi di Badan Legislasi; dan tiga RUU akan memasuki Tahap Pembicaraan Tingkat I atau menunggu Surpres.

"RUU yang sedang dalam Tahap Pembicaraan Tingkat I berjumlah 36 RUU dan RUU yang sudah selesai dibahas dan disetujui menjadi UU berjumlah 15 RUU," ucapnya.

Baca Juga: Bamsoet Minta Anggota DPR Mendatang Lanjutkan Parlemen Modern dan Terbuka

Dari 15 RUU yang selesai dibahas, terdapat 10 RUU mengenai pengesahan perjanjian, persetujuan kerja sama, dan nota kesepahaman antara Pemerintah Republik Indonesia dengan negara lain. RUU pengesahan perjanjian, persetujuan kerja sama, dan nota kesepahaman antara Pemerintah RI dengan negara lain yang telah selesai dibahas di DPR tersebut meliputi RUU bidang pertahanan dan bidang hukum, yaitu ekstradisi dan bantuan timbal balik dalam masalah pidana atau mutual legal asisstance in criminal matters. [merdeka]

fokus berita : #Bambang Soesatyo


Kategori Berita Golkar Lainnya