31 Agustus 2019

Berita Golkar - Sejumlah pengurus DPP Golkar menyampaikan mosi tidak percaya kepada Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto. Keputusan tersebut ditegaskan Amriyati Amien, pengurus DPP Partai Golkar tidak melanggar Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Golkar.

Hal itu diungkapkan Amriyati menepis pernyataan Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily yang menyebut mosi tak percaya melanggar AD/ART.

"Pernyataan saudara Ace Hasan, menunjukkan bahwa yang bersangkutan tidak memiliki pemahaman yang benar tentang AD/ART dan peraturan organisasi Partai Golkar," ujar Amriyati dalam keterangan tertulis, Sabtu (31/8/2019).

Ia menilai, pengetahuan pengurus yang minim tentang organisasi mungkin yang menyebabkan partai berlambang pohon beringin ini tidak mampu menjalankan roda organisasi dengan baik. Bisa dilihat juga dari pelaksanaan rapat pleno yang tidak pernah dilakukan selama hampir setahun terakhir, padahal dalam peraturan partai harusnya digelar satu kali dalam dua bulan.

Melihat agenda politik yang padat seperti sekarang ini, mulai dari menjelang pelantikan DPR/MPR dan Pilkada serentak pada 2020. Pleno menjadi sesuatu yang penting.

"Saya mengingatkan bahwa menurut AD/ART jelas disebutkan bahwa kepengurusan DPP Partai Golkar bersifat kolektif, bukan hanya tunggal milik ketua umum. Maka, rapat pleno harus dilakukan," tuturnya.

Amriyati menambahkan, ketidakmampuan memahami aturan dan mekanisme organisasi dapat mengakibatkan persoalan besar bagi partai berlambang pohon beringin ini.

"Jangan sampai dalam akhir periode kepemimpinan Airlangga ini, Partai Golkar semakin terpuruk dan terjadi kerusakan yang tidak kita inginkan," tuturnya. [okezone]

fokus berita : #Amriyati Amien


Kategori Berita Golkar Lainnya