01 September 2019

Berita Golkar - Anak guru dari keluarga sederhana itu, pernah menjadi petugas kebersihan di tanah rantau. Keteguhan dan kerja keras merubah nasibnya, hingga meraih gelar sarjana S2. Besok, dia akan mengucap sumpah janji sebagai anggota DPRD Tanjungpinang, periode 2019-2024.

TAK siapapun yang bisa menebak nasib seseorang bahkan dirinya sendiri. Sebab, garis tangan masa depan seseorang telah ditentukan Sang Khalid, maka hanya Dia lah yang tau akan nasib kita. Kuncinya bekerja keras dan berserah kepada-Nya.

Keyakinan itulah yang dipegang teguh oleh politisi muda Golkar ini semasa sekolah hingga meraih sukses di panggung politik yang terpilih sebagai anggota DPRD Tanjungpinang, pada Pemilu 2019.

NOVALIANDRI FATHIR, nama lengkapnya, yang sehari-hari dipanggil Fathir, oleh para sahabatnya. Pria tampan kelahiran Tanjungpinang, 27 November 1986 ini, akan mengucapkan sumpah janji jabatan sebagai anggota DPRD Tanjungpinang, masa jabatan 2019-2024.

Prosesi pelantikannya bersama calon terpilih anggota DPRD Tanjungpinang, yang seluruhnya berjumlah 30 orang itu, akan dilaksanakan, besok, Senin, 2 September 2019, di Kantor DPRD Kota Tanjungpinang, Senggarang.

Fathir adalah sarjana Ilmu Hukum dari Universitas Satria Makassar. Berkat dorongan orang tua yang dibarengi ketekunannya menuntut ilmu, Fathir pun sukses menyelesaikan pendidikan Strata 2 Ilmu Hukum di Universitas Batam.

Namun sebelum meraih pendidikan tinggi, hingga menoreh karir politik yang terpilih sebagai wakil rakyat Tanjungpinang, putra pertama dari pasangan Alm. Syafrian dan Misnaneli ini, punya pengalaman manis getirnya kehidupan di rantau orang.

Fathir dibesarkan dari keluarga pendidik yang sederhana. Ayahnya semasa hidup, pernah mengajar sebagai guru Fisika di SMAN 2 Tanjungpinang. Sang Ibunya juga mengabdi sebagai guru, yang saat ini menjabat Kepala Sekolah SMPN 7 Tanjungpinang.

Fathir menyelesaikan pendidikan dasar (SD) hingga SMP dan SMA di tanah kelahirannya, Kota Tanjungpinang, yang menyimpan banyak kenangan manis di masa-masa sekolah dulu.

Namun selepas tamat SMA, Fathir tidak langsung melanjutkan studinya untuk kuliah. Ia lebih memilih untuk bekerja guna memenuhi kebutuhan hidupnya.
Ia dikenal pribadi yang mandiri dalam hidup dan tak ingin menjadi beban bagi kedua orangtuanya. Sebagai anak sulung, Fathir merasa punya tanggung jawab besar bagi keluarganya.

Makanya usai menamatkan SMA, ia pergi merantau mengadu nasib. Surabaya menjadi tempat perantauan pertamanya. Getirnya hidup diperantauannya tidak membuatnya lantas menyerah dan pulang ke kampung halaman dengan tangan hampa.

Dia pun rela bekerja sebagai petugas kebersihan di Rumah Sakit Dr Soetomo Surabaya. Selama hampir setahun bekerja justru semakin menguatkan tekadnya untuk berjuang di perantauan. Bagi Fathir, ketekunan merupakan salah satu prinsip dasar dalam hidupnya.

“Karena ketekunan dalam bekerja akan menghantarkan kita kepada Kesuksesan,” katanya saat ditemui, Minggu (1/9/2019, di Tanjungpinang.

Bekerja sebagai cleaning service, bukanlah tujuan hidupnya. Fathir kemudian melamar pekerjaan yang lebih baik, dan diterima disebuah perusahaan pelayaran di kota Batam, sebagai pengawas lapangan. Kerja kerasnya berbuah manis.

Fathir selanjutnya diterima bekerja di perusahan tambang granit, dengan jabatan sebagai Administrasi dan HRD. Dari sinilah karir Fathir terus melejit hingga sekarang ia sukses menjadi Head of HRD atau Manajer Personalia.

Sukses dalam pekerjaan, tak membuat Fathir lupa akan pentingnya pendidikan. Di Tahun 2008, tepat 4 Tahun setelah tamat SMA Fathir memutuskan untuk melanjutkan studi Ilmu Hukum di Universitas Satria Makassar.

Di bangku kukiah, dia mengambil jurusan hukum yang menjadi modal penting baginya. Sebab, menurutnya segala sesuatu pekerjaan dalam hidup harus dilandasi dengan aturan. Prinsip yang menghantarkan Fathir menamatkan pendidikan Strata 2 Ilmu Hukumnya di Universitas Batam.

Keberhasilan Fathir dalam menamatkan gelar Masternya ini tak lepas dari peranan kedua orang tuanya yang berprofesi sebagai pendidik. Ia selalu ingat akan pesan ibunya. “Jangan pernah letih dalam belajar dan menuntut Ilmu, karena pendidikan adalah kunci dari sebuah keberhasilan,” ucap Fathir mengenang pesan orang tuannya.

Kepiawaian Fathir dalam mengelola perusahaan juga diimbangi dengan keaktifan beliau dalam bermasyarakat. Fathir aktif di beberapa organisasi kemayarakatan seperti Majelis Dakwah Islamiyah Provinsi Kepulauan Riau, MKGR, dan juga berkecimpung sebagai Pengurus Real Estate Indonesia. Di dunia politik, ia bergabung dengan partai Golkar yang kini menjabat Bendahara DPD Partai Golkar Tanjungpinang.

Kecintaannya terhadap Tanjungpinang membuat Fathir tergerak mengabdikan diri. “Saya ingin menjadi bagian dari perubahan kota ini dan ingin menjadi sahabat rakyat agar mampu memperjuangkan aspirasi masyarakat,” katanya.

Berkat semangat dan perjuangannya, kini Fathir sukses mencatatkan namanya sebagai Anggota DPRD Kota Tanjungnpinang. Pada Pileg 2019, Fathir meraih 1.209 Suara dari Daerah Pemilihan Tanjungpinang Timur.

Bagi dirinya, amanah masyarkat menjadi sebuah perjuangan baru sebagai wakil rakyat. “Insyallah, akan berjuang di DPRD untuk kemajuan daerah dan kesehateraan masyarakat Tanjungpinang,” kata Novaliandri Fathir. [suluhkepri]

fokus berita : #Novaliandri Fathir


Kategori Berita Golkar Lainnya