01 September 2019

Berita Golkar - Bupati Karanganyar Juliyatmono memastikan keamanan warga Papua yang tinggal atau menempuh studi di wilayah Kabupaten Karanganyar.

Pernyataan itu disampaikan langsung oleh orang nomor satu di Bumi Intan Pari saat acara silaturahmi Bupati-Wakil Bupati dan Forkopimda Karanganyar dengan warga/mahasiswa/pelajar Papua yang ada di Karanganyar.

Acara ini digelar di Ruang Anthurium Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Sabtu (31/8/2019).

Baca Juga: Juliyatmono Imbau Kaum Muda Karanganyar Tak Belajar Agama Dari Medsos

Dalam kesempatan itu, Juliyatmono meminta supaya para pelajar fokus menempuh studinya di Karanganyar.

"Pertemuan sore ini dilandasi semangat kemerdekaan RI. Ini masih dalam serangkaian semangat Proklamasi dan Hari Kemerdekaan. Selama Anda berada di Karanganyar, saya anggap sebagai warga Karanganyar. Kalau ada yang menyakiti, saya yang bertanggung jawab. Kita semua NKRI," jelas Juliyatmono.

Ia berharap warga Papua jangan sampai terprovokasi oleh pihak tertentu dan fokus belajar.

"Di mana saja akan dipantau dan dicek. Supaya nyaman tinggal di Karanganyar," terangnya.

Juliyatmono juga mempersilahkan warga Papua apabila ada kendala saat tinggal di Karanganyar supaya langsung disampaikan.

Selanjutnya Kepala Badan Kesbangpol, Agus Cipto Waluyo menuturkan, ada sebanyak 59 warga Papua yang kini sedang menempuh studi di Stikes 17, STT Tawangmangu SMAN Karangpandan dan SDN Ngringo.

Kapolres Karanganyar, AKBP Catur Gatot Efendi dalam kesempatan itu mengajak untuk menjaga, merawat serta mempererat tali persaudaraan.

"Kita semua saudara, di NKRI ada berbagai macam budaya dan adat istiadat. Ayo kita jaga dan rawat," tuturnya.

Di sela-sela acara, beberapa pelajar Papua juga menyempatkan memberikan hiburan dengan menampilkan MOP atau tradisi bercerita lucu dari Papua.

Mereka juga sempat memperkenalkan diri masing-masing.

Jimi sapaan akrabnya, pelajar yang menempuh studi di Stikes 17 Karanganyar mengaku merasa nyaman tinggal di Karanganyar.

"Saya tinggal tiga tahun di Karanganyar. Saya tidak pernah pulang saat libur, karena tiket mahal," katanya.

Warga asal Asmat itu menceritakan, belum lama ini berhasil diwisuda.

Di akhir acara mereka juga mendeklarasikan pernyataan sikap yang berisi tiga poin.

Adapun isi pernyataan sikap itu ialah:

"Kami warga Papua yang berada di Karanganyar menyatakan, sebagai warga NKRI senantiasa taat pada Pancasila dan UUD 1945.

Kami merasa aman, tenteram dan damai hidup bersama warga Karanganyar lainnya.

Senantiasa akan menjaga kondusivitas wilayah dan keamanan, serta kedamaian di Karanganyar."

Selain warga Papua, turut hadir dalaam kesempatan itu warga Karanganyar yang berasal dari beberapa suku.

Mereka tergabung dari Forum Persaudaraan Bangsa Indonesia. [tribunnews]

fokus berita : #Juliyatmono


Kategori Berita Golkar Lainnya